TES BTQ : Calon Mahasiswa IAINU Tuban saat Tes BTQ


IAINUonline – Untuk mengetahui dan mengukur potensi akademik dan kemampuan baca dan tulis Alquran calon mahasiswanya, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menggelar tes.  Tes dilaksanakan selama dua hari pada 6-7 Juni 2022.

Data potensi para calon mahasiswa ini, termasuk potensi akademiknya akan memudahkan untuk mengarahkan calon mahasiswa memilih program studi (prodi) yang sesuai dengan potensinya.

Humas IAINU Tuban Sri Wiyono, S.Ag menjelaskan, tes tersebut terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA), tes Baca Tulis Al-Quran (BTQ), Aswaja dan bahasa yang terdiri dari bahasa inggris dan bahasa arab.

‘’Semua calon mahasiswa baru menjalani tes ini,’’jelasnya.

Wiyono menjelaskan, tes dilaksanakan di Laboratorium Komputer IAINU Tuban  di lantai dua Gedung Hasyim Asy’ari dan dibagi beberapa gelombang. Tes tersebut dilakukan dengan cara computer base test (CBT) dengan mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit. Soal tes yang dikerjakan tersebut sudah memuat semua bidang tes yang disebutkan itu.

Untuk tes BTQ, mahasiswa langsung berhadapan dengan penilai yang terdiri dari tiga orang. Masing-masing tim penilai langsung menhadapi dua calon mahasiswa. Satu mahasiswa tes membaca Alquran dan mahasiswa satunya menulis huruf Alquran. Sedangkan yang lain menunggu giliran dengan duduk sisi lain dalam satu ruangan tes.

‘’Ini tes untuk tahap  pertama karena bakal ada tes lagi bagi calon mahasiswa yang mendaftar pada saat perpanjangan waktu pendaftaran,’’ katanya.

POTENSI AKADEMIK : Calon Mahasiswa IAINU Tuban Jalani Tes Potensi Akademik dengan CBT

Dia menyebut, tahun akademik (TA) 2022-2023 ini, untuk pendaftawan awal sekitar 200 calon mahasiswa yang mendaftar. Kebanyakan calon mahasiswa tersebut memilih prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pilihan pertama.  Sementara jumlah mahasiswa untuk prodi PAI saat ini dibatasi hanya tiga kelas saja.

‘’Calon mahasiswa yang mendaftar awal inilah yang menjalani tes. Prodi PAI hanya menyediakan kuota 105 mahasiswa,’’ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, nanti akan dilihat nilainya sesuai hasil tes. Untuk masuk prodi PAI akan diranking sesuai jumlah kuota yang dibutuhkan. Yang tidak masuk prodi PAI akan masuk ke prodi pilihan kedua calon mahasiswa.

‘’Ini upaya IAINU untuk menyiapkan mahasiswa yang kompeten di bidangnya, dan mempunyai nilai plus, utamanya di bidang agama dan keaswajaan,’’tandasnya.

IAINU Tuban terdiri dari empat fakultas dengan enam program studi. Yakni Fakultas Tarbiyah dengan tiga program studi; Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Ada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan program studinya Perbankan Syariah. Kemudian Fakultas Syariah dengan program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Fakultas Dakwah dengan program studi Manajemen Dakwah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.