IAINUonline – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan jadwal pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes), serta Muktamar ke-35 NU masih dalam pembahasan panitia.

“Hari ini ada rapat pertama panitia Munas dan Konbes. Rais Aam sudah setuju untuk kita selenggarakan pleno 21 Mei 2026 nanti untuk memutuskan waktu dan tempat,” kata Gus Yahya sebagaimana dikutip nuonline Rabu (13/5/2026).   Menurutnya, rapat pleno tersebut akan menentukan lokasi penyelenggaraan Munas dan Konbes. Sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah.   “Usulan-usulan banyak sekali, Jakarta, Sumatra Utara, Sumatra Barat, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat kita akan putuskan dengan cara NU artinya dengan kebijakan wisdom para sepuh kiai,” jelasnya.

Terkait usulan agar Muktamar NU digelar pada Agustus, Gus Yahya mengatakan masih akan dibicarakan bersama para sesepuh dan kiai NU.

“Itu diusulkan nanti dibicarakan bersama sesepuh kiai,” ungkap Gus Yahya.

Ia menambahkan, keputusan akhir mengenai waktu pelaksanaan Muktamar masih menunggu hasil musyawarah para ulama dan sesepuh.

“Setelah pembicaraan para sesepuh kiai kita lihat nanti, dengan wisdom dan basyirah ruhaniyah kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga berpesan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU diharapkan tidak dijadikan ajang kepentingan politik tertentu.

“Maka ya tentu saja kita akan upayakan bahwa Muktamar ini tidak menjadi ajang semacam batu loncatan,” pungkas Gus Yahya.

Sementara, ketika Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mulai mematangkan persiapan.

Sekretaris Committee Organizing Munas-Konbes NU dan Muktamar ke-35 NU, H Amin Said Husni, mengatakan pihaknya segera membentuk tim panitia kecil yang bertugas mengkaji berbagai aspek teknis dan kelayakan lokasi pelaksanaan. “Kami panitia sudah sepakat untuk mempersiapkan ketiga agenda ini dengan sebaik-baiknya sekalipun waktunya sangat terbatas,” kata Amin.

Menurutnya, tim kecil tersebut nantinya bertugas melakukan feasibility study atau studi kelayakan terhadap sejumlah lokasi yang diusulkan menjadi tuan rumah.

“Tempatnya, kami akan bentuk tim kecil yang akan bertugas melakukan feasibility study, termasuk menentukan kriteria dan lokasi yang memungkinkan,” tutur Amin.

Sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) juga telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Munas-Konbes maupun Muktamar. Beberapa wilayah yang mengajukan diri di antaranya PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Amin mengatakan, PWNU yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah nantinya dapat diapresiasi dengan menjadi penyelenggara kegiatan pra-Munas, Konbes, atau Muktamar.

“Namun kami belum berani memutuskan sekarang karena nanti akan ada proses tersendiri,” jelasnya.

Selain wilayah, sejumlah pesantren juga turut mengusulkan diri menjadi lokasi pelaksanaan Munas-Konbes dan Muktamar ke-35 NU. Selain membahas lokasi, panitia juga mulai menggodok materi yang akan dibahas dalam Munas-Konbes maupun Muktamar.

Menurut Amin, PBNU telah berkirim surat kepada seluruh PWNU agar segera menyampaikan usulan materi. Baca Juga Panitia Munas dan Konbes NU Matangkan Materi dan Perluas Partisipasi Publik Jelang Muktamar Materi yang dibahas meliputi Bahtsul Masail, persoalan keorganisasian, program kerja, hingga rekomendasi strategis organisasi.

“Pengurus Besar telah berkirim surat kepada pengurus wilayah untuk segera menyampaikan usulan mengenai materi-materi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes dan Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, menekankan pentingnya partisipasi luas dari lembaga-lembaga NU, PWNU, PCNU, hingga masyarakat umum dalam merumuskan isu-isu strategis bagi masa depan NU.

“Tidak hanya dari lembaga kita sendiri, perguruan tinggi apa pun juga boleh memberikan pandangan tentang apa yang harus kita siapkan. Sehingga di ranah publik, diskursus tentang materi itu menjadi kuat,” tandasnya.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *