DIKUKUHKAN : Pengurus Fatayat NU Tuban Dilantik oleh Ketua Fatayat NU Jawa Timur


IAINUonline – Ketua Pengurus PW Fatayat NU Jawa Timur (Jatim), Ely Rosyidah melantik

Pengurus Fatayat NU Kabupaten Tuban. Dia mengatakan, ada sembilan program unggulan milik Fatayat NU Jawa Timur yang disebut tis’u himmat yang harus dilakukan.

‘’Pelantikan PC Fatayat NU Tuban ini sebagai awal kebangkitan menyongsong tahun 2022. Alhamdulillah sudah ada ikhtiar memulai sebelum dilantik dengan melakukan renstra terlebih dahulu, tinggal bagaimana nanti Fatayat berkreasi dan berinovasi,” ujarnya, saat melatinkan pengurus Fatayat NU Kabupaten Tuban, Minggu (14/11/2021).

Tis’u himmat itu, adalah program assyifa, yang fokus untuk pengidentifikasian potensi setiap kader. Ada sejuk atau sejuta kader, ada juga gafantara yakni gerakan sehat Fatayat santri nusantara, lalu ada poling atau pondok konseling,  perekonomian, 1001 daiyah Fatayat NU atau Difa.

‘’Selain itu ada pengembangan media online yaitu media auleea, dan pengembangan potret potensi perempuan Fatayat NU, terangnya.

Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Tuban resmi dikukuhkan di gedung Ma’had Bahrul Huda, Tuban. Hadir Pengurus PCNU Kabupaten Tuban, Ketua DPRD, Wakil Bupati Kabupaten Kediri, Kepala Kesbangpol, dan Plt. Kabag. Kesra Pemerintah Kabupaten Tuban.

Juga para alim ulama, seluruh banom NU dan seluruh perwakilan PAC Fatayat se Kabupaten Tuban.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tuban, Wahyuni Hidayati mengatakan Fatayat NU adalah organisasi perempuan ahlussunnah wal Jamaah yang produktif.

“Ada 57 pengurus yang dilantik, kita tidak ingin berada di belakang tetapi kita ingin terus maju agar menjadi lebih baik untuk berperan menjadi perempuan Nahdlatul Ulama yang mandiri dan bermanfaat untuk umat,” ujarnya.

Sebelum dikukuhkan PC Fatayat NU Kabupaten Tuban sudah mengawali melaksanakan renstra sebelumnya sehari sebelumnya. Menurut Wahyuni, rencana strategis yang disusun nantinya dapat merumuskan program kerja selama 5 tahun ke depan, dan penyusunan renstra dilanjutkan usai dikukuhkan, dipandu oleh tim fasilitator PW Fatayat NU Jatim.

Ia bertekad Fatayat Tuban harus mempunyai kompetensi lebih dalam rangka untuk berkhidmat di organisasi fatayat ini.

“Banyak poin-poin strategis yang akan menjadi harapan kami salah satunya adalah penguatan kebijakan perlindungan perempuan dan anak,” lanjutnya.

Wanita asal Probolinggo ini berharap bisa melaksanakan amanah ini sebaik mungkin dalam rangka beribadah dan berkhidmat kepada NU.

“Mohon dukungan, arahan serta motivasi dari para kyai, pembina, alumni dan stakeholder yang ada di Kabupaten Tuban sehingga apa yang menjadi mimpi dan rencana Program periode ini dapat berjalan dengan maksimal,” harapnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tuban, KH. Mustain Syukur, menyampaikan, ibu yang beruntung itu adalah ibu yang menjadi umatnya nabi Muhammad karena wanita sebagai tiang agama.

“Kalau wanitanya bagus insyaallah negara akan bagus, dan wanita ini bisa masuk surga lewat pintu manapun asal bisa sholat 5 waktu, melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan berbakti kepada suami,” jelasnya.

Kiai asal Montong Tuban ini juga menyinggung hubungan NU dan banomnya. Andai diibaratkan suatu negara, NU adalah adalah  negaranya, ada provinsi dan kabupaten yang dan ada yang mempunyai otoritas sendir.

‘’Namun ada beberapa hal tertentu yang harus dikonsultasikan,” tandasnya.(*)

 

Penulis/Editor : Sri Wiyono

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.