Sumber Gambar : Padangkita.com


Pada zaman ini adalah zaman dimana dunia seakan-akan dalam genggaman kita, zaman dimana kemajuan teknologi sedang berkembang dengan pesat apalagi di dalam game. Game saat ini banyak dimainkan oleh kalangan muda dan orang tua untuk mengisi waktu luang dan tak sedikit dari mereka yang sudah kecanduan, terlebih anak-anak yang masih dibawah umur.  Perkembangan game online sangat menarik perhatian anak-anak dibawah umur untuk memainkannya karena mulai dari tampilan, gaya bermain, bentuk permainan dan resolusi gambar yang menarik perhatian anak-anak dibawah umur.

Memang game bisa memberikan dampak positif yaitu pergaulan siswa. Otak siswa akan lebih aktif dalam berfikir, reflek berfikir dari siswa akan lebih cepat merespon, emosional siswa dapat di luapkan dengan bermain game, siswa akan lebih berfikir kreatif.

Tetapi game juga bisa memberikan dampak negatif yaitu siswa akan malas belajar dan sering menggunakan waktu luang mereka untuk bermain game online, siswa akan mencuri-curi waktu dari jadwal belajar mereka untuk bermain game online. Waktu untuk belajar dan membantu orang tua sehabis jam sekolah akan hilang karena bermain game, uang jajan atau uang bayar sekolah akan di selewengkan untuk bermain game online, lupa waktu, pola makan akan terganggu. Emosional siswa juga akan terganggu karena efek game ini, jadwal mengajipun kadang akan di lalaikan oleh siswa, dan siswa akan bermalas-malasan ke sekolah demi supayan bisa bermain game kesayangan mereka.

Dalam proses pembelajaran, hal tersebut sangat mengganggu tujuan belajar anak-anak dibawah umur. Anak-anak ketika sudah menemukan sesuatu yang disukai pasti sangat sulit untuk dipisahkan terlebih ketertarikannya didalam game. Dari perkembangan teknologi tersebut ini menjadi tantangan untuk orang tua dan juga guru, bagaimana kita bisa mengkontrol anak-anak supaya tidak kecanduan terhadap game online dan bisa mengontrol mereka dalam menggunakan hp.

Dalam hal ini, orang tua juga harus bisa menyikapi anak-anak yang kecanduan game online, orang tua harus bisa mengajak si anak untuk lebih giat belajar dan tidak dengan menggunakan cara keras. Seperti memberikan batasan waktu untuk bermain game dan memberikan perhatian secara langsung dalam kegiatan belajarnya. Seperti menanyakan tugas kepada si anak atau mengajak berlibur bersama keluarga ke tempat-tempat yang memiliki pembelajarannya juga seperti museum tempat-tempat sejarah dan lain-lain.

Sebagai guru, tantangan ini juga harus bisa dihadapi di sekolah supaya siswanya ketika pulang ke rumah tidak langsung bermain game. Solusi pada umumnya sudah pasti memberikan tugas pekerjaan rumah. Tetapi sebagai guru, kita harus bisa membuat siswa menjadi penasaran terhadap pelajaran yang guru berikan. Oleh karena itu guru harus pintar membuat pembelajaran yang menarik, lebih menarik dari game dan dengan cara yang guru buat sendiri. Supaya apa yang menjadi tugas anak-anak yaitu belajar dapat terkontrol dengan baik.

 

Penulis : Juwari AKSEL F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.