Sumber gambar : Klikhukum.id


Pendidikan merupakan tonggak utama dalam Perubahan Generasi Bangsa. Namun di era pandemi sekarang nasib pendidikan bisa dikatakan Krisis, Sistem belajar daring yang di anggap Solusi terbaik di era pandemi malah membuat banyak orang tua yang hidup dipedesaan daerah terpencil  Merasa resah, Bagaimana tidak?

Anak anak ditugaskan belajar dirumah dengan media pembelajaran dari gadjet Yang harus diisi kuota internet yang harganya tentu tidak murah, Mata pencaharian mereka sudah lumpuh akibat Hasil panenan yang tak laku, kalaupun laku harganya sangat murah tidak sepadan dengan modal tanamnya.

Permasalahannya tidak hanya tentang uang untuk beli  kuota. Mereka rata-rata tak punya pengetahuan yang luas untuk membelajari anak-anaknya ketika adanya kebijakan belajar dirumah, terpaksa mereka harus pasrah karena memang tak bisa apa apa yang mereka punya bukan pengetahuan pembelajaran yang luas namun otot yang kuat untuk mencari nafkah agar anaknya tetap mampu beli kuota internet untuk sekolah agar  mampu merubah nasib mereka.

Banyak juga, dari mereka menggunakaan alasan belajar daring untuk bermain main gadjet, ketika bapak ibu meminta bantuan, Maka spontan jawaban adalah “Aku Sekolah online” Semua orang tua sontak akan berhenti jika jawab itu yang muncul.

Memang segala aspek punya kelebihan dan kekurangan jika dilihat dari sisi kelebihan belajar daring merupakan solusi terbaik Karena memang Bisa belajar tanpa tatap muka dan mengurangi kerumunan masa.

Tantang Keluhan-Keluhan

Bukan hanya wali murid saja. Para siswa juga merasa tidak nyaman tentunya, tidak semua anak mampu memahami penjelasan pembelajaran saat daring Ruang serba terbatas dan Tugas tugas semakin menumpuk. Ada yang mengeluh juga kalau tidak berangkat sekolah tidak ada uang saku untuk beli jajanan.

Sedangkan para guru juga menggerutu. Mereka dituntutk aktif dan kreatif, harus menciptakan bahan bahan ajar yang mampu menarik perhatian siswa Sehingga para siswa menjadi paham akan materi yang disampaikan.

Sekolah tatap muka memang sudah sangat didambakan oleh semua kalangan baik wali murid siswa maupun tenaga pendidik. Tapi, mau tidak mau aturan pemerintah yang berlaku harus tetap kita jalani agar semua lekas normal dan sekolah tatap muka bisa kembali dibuka.

Permasalahan bersama karena memang keadaan yang menuntut untuk menjadi seperti ini, tidak ada yang patut disalahkan karena memang semua diterapkan sudah melalui rancangan yang sudah matang.

 

Penulis : Kholisatul Fauziah (PAI Aksel F IAINU TUBAN)

Editor : Kumaidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.