IAINUonline – Dalam melaksanakan gerakan imunisasi balita tahun 2021, pemerintah Desa Gaji, Kecamatan Kerek melibatkan mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN).

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan imunisasi balita itu antara lain Laili Nur Hidayati, Priyanto, Moh. Khoirun Nafi’, Siti Nurjanah, dan Qona’ah. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 08.30 WIB sampai dengan 12.00 WIB.

Kegiatan imunisasi balita di Desa Gaji jika dilaksanakan secara keseluruhan, pesertanya mencapai 200 balita. Akan tetapi, imunisasi balita kali ini merupakan imunisasi balita susulan.

Dan imunisasi balita susulan ini diikuti oleh 30 balita. Sementara itu, petugas imunisasi balita terdiri dari 6 orang, terdiri dari 3 orang merupakan kader Posyandu desa Gaji yang dalam hal ini dikomandoi oleh Ibu Titik, S.Pd., dan 3 orang dari Puskesmas.

‘’Kami sudah berpesan kepada mahasiswa untuk aktif dan peka di lapangan. Apa yang bisa dibantu dan dikerjakan dilakukan. Sebisa mungkin para mahasiswa ini memberi manfaat untuk lingkungannya,’’ ujar Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Nurul  Hakim.

Imunisasi balita dengan tujuan mencetak generasi yang sehat adalah salah satu ajaran dalam Islam. Sebab, Islam sangat memerhatikan kehidupan manusia. Perhatian Islam terhadap kehidupan manusia sungguh sangat kompleks.

Sebab, yang diperhatikan Islam bukan hanya masalah ukhrawi (akhirat). Akan tetap, duniawi pun turut diperhatikan oleh Islam. Karena itu dalam sejarah Islam, da lima tujuan pokok yang harus dijag keberlangsungannya oleh umat Islam.

Kelima pokok ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Lima tujuan pokok dalam Islam itu antara lain: pertama, memelihara agama (hifz al-din). Dalam hal ini, umat Islam berkewajiban menjaga agamanya dengan baik.

Esensi dari ajaran ini adalah menjaga rukun Islam, syahadat, menjalankan salat lima waktu, membayar zakat, menjalankan puasa, dan menunaikan haji bagi yang mampu.

Kedua, memelihara jiwa (hifz al-nafs). Dalam hal ini, umat Islam berkewajiban menjaga diri sendiri dan orang lain. Sehingga tidak saling melukai atau melakukan pembunuhan antar sesama manusia.

Jiwa manusia harus saling dihormati. Manusia diharapkan saling menyayangi dan berbagi kasih dalam bingkai ajaran Islam sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Ketiga, memelihara keturunan (hifz al-nasl). Dalam hal ini, umat Islam berkewajiban untuk menjaga keturunan yang jelas nasabnya. Oleh karena itu, Islam mengharamkan adanya praktik perzinaan.

Keempat, memelihara harta (hifz al-mal). Dalam hal ini, umat Islam diharuskan untuk memelihara hartanya melalui usaha yang halal dan baik. Sehingga, harta yang diperolehnya menjadi berkah dalam kehidupannya dan mendapat rida Allah SWT.

Ajaran pokok Islam yang kelima, memelihara akal (hifz al-aql). Dalam hal ini, umat Islam diharuskan menjaga akal yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Agar akal manusia menjadi senantiasa sehat, maka ia harus diberi asupan.

Asupan akal tidak lain adalah ilmu pengetahuan. Karena itu, Islam juga mewajibkan kepada umatnya untuk selalu menuntut ilmu.

Dalam rangka ikut menjaga pokok ajaran Islam, pemerintah desa Gaji kecamatan Kerek turut mengadakan imunisasi balita. Imunisasi balita jika dikaitkan dengan ajaran pokok Islam, maka termasuk hifz al-nafs, yaitu memelihara jiwa manusia.

Diadakannya gerakan imunisasi balita mengandung maksud agar para balita itu badannya selalu sehat. Tidak mudah terserang penyakit. Tubuh balita dapat membangun sistem kekebalan dari berbagai penyakit.

Jika tubuh balita sudah sehat, maka ia akan tumbuh menjadi manusia yang unggul. Hal ini, memberi pengertian pula bahwa dengan diadakan imunisasi balita, maka hifz al-nasl secara otomatis akan terjadi.

Selain itu, balita yang tumbuh-sehat, akalnya juga akan berkembang dengan baik. Dengan demikian, imunisasi balita, juga turut menjaga kesehatan akal manusia (hifz al-aql).

Jika akal manusia sudah sehat, maka ia akan ringan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama. Artinya, hifz al-din pun turut tercapai melalui gerakan imunisasi balita ini.(*)

 

Penulis : Nurul Hakim

Editor : Sri Wiyono

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.