IAINUonline – Dua mahasiswa KKN Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA) Tuban, Sani Latifatul Khilmina dan Geubrina Firdaus Suharma, memperkenalkan Tari Miyang, salah satu tari tradisional asal Tuban, Jawa Timur, kepada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah Indonesia kepada generasi muda yang tumbuh jauh dari tanah air. Melalui seni tari, anak-anak diajak mengenal budaya Indonesia dengan cara yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, Sani dan Geubrina memperagakan beberapa gerakan dasar Tari Miyang. Setelah itu, anak-anak diajak mengikuti gerakan secara bertahap dan mempraktikkannya bersama. Suasana kegiatan berlangsung aktif dengan antusiasme peserta yang terlihat saat mengikuti setiap gerakan yang diberikan.
Sani Latifatul Khilmina mengatakan bahwa pengenalan Tari Miyang tidak hanya bertujuan mengajarkan gerakan tari, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah kepada anak-anak Indonesia di Malaysia. “Harapan besar saya, melalui pengenalan Tari Miyang ini, anak-anak dapat semakin mengenal bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk budaya yang berasal dari Tuban,’’ ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan itu dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Meskipun mereka tumbuh jauh dari tanah air.
‘’Semoga mereka tetap mengenal akar budayanya dan memiliki keinginan untuk mengenal Indonesia lebih dekat,” katanya.
Menurutnya, pengenalan budaya sejak dini penting agar anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri tetap memiliki kedekatan dengan warisan budaya tanah air.
Tari Miyang menjadi salah satu media untuk mengenalkan budaya Tuban sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan kesenian Indonesia.
Bagi kedua mahasiswa tersebut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengalaman KKN Internasional UNUMA Tuban dalam berbagi pengetahuan dan memperkenalkan budaya Indonesia di lingkungan masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, Tari Miyang tidak hanya diperkenalkan sebagai sebuah tarian, tetapi juga menjadi jembatan untuk mengenalkan kekayaan budaya Tuban kepada generasi muda Indonesia di luar negeri.
Penulis: Sani Latifatul Khilmina
