IAINUonline – Kemeriahan acara Sedekah Bumi di Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, semakin terasa dengan hadirnya stand UMKM yang dikelola oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban.
Stand tersebut menjadi salah satu daya tarik pengunjung dengan menghadirkan produk olahan berbasis potensi lokal, yaitu Singkong Krispy dan Roll Jagung.
Sejak acara dimulai, stand UMKM ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melihat sekaligus membeli produk hasil inovasi mahasiswa. Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat terhadap olahan pangan lokal yang dikemas secara menarik dan memiliki cita rasa khas.
Salah seorang pengunjung yaitu Rika menghampiri stand dan bertanya, “Kak, ini produk buatannya mahasiswa KKN ya? Singkong Krispy sama Roll Jagung ini bahannya dari hasil panen Desa Pakis?” ujarnya.
Salah satu mahasiswa KKN, Wulan menjawab dengan ramah, “Iya, Bapak ,ibu. Produk ini kami olah menggunakan bahan baku lokal dari Desa Pakis. Melalui program UMKM ini, kami ingin menunjukkan bahwa singkong dan jagung dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” terangnya.
Setelah mencicipi produk itu, pengunjung yang bernama Rika tersebut memberikan tanggapan positif.
“Rasanya enak, renyah, dan kemasannya juga menarik. Semoga setelah KKN selesai, produk seperti ini tetap diproduksi karena sangat berpotensi menjadi oleh-oleh khas Desa Pakis,” kata Rika.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga memperkenalkan hasil program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan selama pengabdian di Desa Pakis.
Keikutsertaan dalam acara Sedekah Bumi menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi desa kepada masyarakat luas sekaligus mendorong tumbuhnya semangat berwirausaha berbasis aset lokal.
Mahasiswa KKN Kelompok 06 IAINU Tuban berharap inovasi produk Singkong Krispy dan Roll Jagung dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai salah satu produk unggulan Desa Pakis. Dengan demikian, potensi lokal tidak hanya dikenal saat perayaan Sedekah Bumi, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
