IAINUonline – Program kerja pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban di Desa Pakis,Kecamatan Grabagan mendapat apresiasi dari anggota DPRD Jawa Timur Aulia Hany Mustikasari, S.E., M.M.
Kegiatan tersebut berupa pelatihan dan praktik pembuatan produk olahan singkong krispi dan roll jagung sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Pakis.
Pelatihan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Pakis ini tidak hanya mengajarkan proses pembuatan produk, tetapi juga memberikan wawasan mengenai pengemasan, branding, dan strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasaran.
Dalam sambutannya, Hany, sapaan Aulia Hany Mustikasari, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN IAINU Tuban yang telah menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan potensi desa.
“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa KKN IAINU Tuban. Potensi singkong dan jagung di Desa Pakis sangat besar dan mampu diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Ke depan, jangan hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga perlu dikembangkan dari sisi pemasarannya,” ujar Hany.
Ia juga mendorong agar produk UMKM Desa Pakis mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi dan penjualan.
“Saat ini pemasaran tidak hanya dilakukan secara langsung. Produk-produk UMKM juga bisa dipasarkan melalui website maupun platform digital lainnya agar jangkauan pasar semakin luas dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal,” tambahnya.
Sementara itu, Izam mahasiswa KKN Kelompok 06 IAINU Tuban menyampaikan bahwa masukan dari Aulia Hany Mustikasari menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan program UMKM yang telah dirintis.
“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi dan masukan yang diberikan Ibu Aulia Hany Mustikasari. Ke depan, kami akan berupaya mengembangkan pemasaran produk melalui website dan media digital agar singkong krispi dan roll jagung tidak hanya dikenal di Desa Pakis, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Izam.
Program ini merupakan bagian dari pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan aset dan potensi lokal desa.
Melalui pengolahan singkong menjadi singkong krispi dan jagung menjadi roll jagung, mahasiswa KKN bersama masyarakat berharap dapat menciptakan produk unggulan yang memiliki daya saing dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Desa Pakis.
