IAINUonline – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan keagamaan.
Hal itu diwujudkan melalui pelaksanaan seleksi tahap pertama Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Tahfidz yang digelar pada Sabtu (25/7/2026).
Seleksi berlangsung di Ruang Pascasarjana IAINU Tuban dengan diikuti 30 peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Tuban. Dari jumlah tersebut, nantinya hanya 20 peserta terbaik yang akan dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan seleksi berlangsung tertib dan penuh keseriusan. Sejak pagi, para peserta telah hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang menjadi bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan kesempatan kepada para guru Madin dan Tahfidz untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Program beasiswa LPPD ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik di lingkungan pendidikan keagamaan.
Melalui beasiswa tersebut, para guru Madin dan pengajar Tahfidz diharapkan tidak hanya memperoleh kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik, tetapi juga mampu memperkuat kualitas pembelajaran di lembaga masing-masing.
Sebagai perguruan tinggi yang dipercaya menjadi penyelenggara seleksi, IAINU Tuban memastikan seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan. Tim seleksi menilai kemampuan akademik serta kesiapan peserta untuk mengikuti program pendidikan yang akan ditempuh apabila dinyatakan lolos.
Rektor IAINU Tuban, Prof. Dr. M. Syamsul Huda, M.Fil.I, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada IAINU Tuban untuk menyelenggarakan seleksi merupakan amanah yang harus dijalankan secara profesional.
“Program beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap para guru Madin dan Tahfidz yang selama ini memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Kami berharap seluruh proses seleksi berjalan dengan baik sehingga menghasilkan peserta yang benar-benar layak menerima beasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan harus dimulai dari peningkatan kapasitas para pendidiknya. Dengan memperoleh kesempatan melanjutkan studi melalui program beasiswa, para guru diharapkan dapat membawa inovasi serta penguatan kompetensi ketika kembali mengajar di lembaga masing-masing.
“Kami berharap para peserta yang nantinya lolos dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan hendaknya dapat diterapkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Madrasah Diniyah maupun lembaga Tahfidz, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, panitia seleksi menjelaskan bahwa dari 30 peserta yang mengikuti seleksi tahap pertama, hanya 20 orang yang akan dinyatakan lolos sesuai kuota yang tersedia. Mereka yang berhasil melewati tahap ini selanjutnya akan mengikuti proses berikutnya sesuai ketentuan program Beasiswa LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Program beasiswa tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para guru Madin dan Tahfidz untuk terus meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat kualitas pendidikan Islam di Jawa Timur. Kehadiran para pendidik yang memiliki kemampuan akademik lebih baik diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu lembaga pendidikan keagamaan, khususnya di Kabupaten Tuban.
Melalui penyelenggaraan seleksi ini, IAINU Tuban kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang aktif mendukung pengembangan pendidikan, pemberdayaan pesantren, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan. Program ini diharapkan melahirkan tenaga pendidik yang profesional, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di masa depan.
