By : Tri Isnaeni,  FSBK, UAD (Isnaenitri04@gmail.com)

IAINUonline – Globalization is an unavoidable process in all countries of the world, including its impact on various aspects of life. In the modern era like today, people have benefited from the existence of globalization, especially in Indonesian countries.

Globalization creates positive effects seen in everyday life, especially in 3 fields: social culture, economy, and education. The first field of globalization to have the most positive impact in Indonesia is the socialcultural field.

It has a tremendous impact on society as the influx of globalization makes science and technology in Indonesia grow rapidly. For example the development of smartphones in Indonesia.

Where today’s mobile phone can be used for a variety of needs, such as studying, watching videos, online shopping, searching for information, etc (Ngafifi, 2014). In addition to the development makes science and technology, the latest developments due to the influx of  globalization in Indonesia have also made people’s quality of life improve.

Like the research results in 2019 conducted by United Nations Development Programme (UNDP) show that the quality of life of Indonesian people continues to improve from previous years. In 1990, Indonesia’s development index recorded 0,525 points, then saw an increase of up to 0,707 points last year (Human Development Report Team, 2019).

The second field of globalization that has a positive impact on Indonesia is the economic field. In one or two decades, globalization in economic fields has made considerable progress toward economic growth in Indonesia.

This is due to the ease of access to capital, technology, larger export markets, and the cheap import access granted by global markets. Furthermore, globalization in the economic field can also increase the value of Indonesia’s export and import.

For example, the results of research conducted by the Central Bureau of Statistics Indonesia, that in August 2021 Indonesian’s exports value reached US$ 21.42 billion. The figure is an increase of 20.95% compared to July 2021 which amounted to US$ 17.71 billion.

In addition, the value of Indonesian imports in August 2021 also reached US$ 16.68 billion. That amount saw a 10.35% increase compared to July 2021 which amounted to US$ 15.11 billion (Central Bureau of Statistics, 2021).

The last field of globalization that has a positive impact in Indonesia is the education field. Globalization in the education field has given communities (students and teachers) ease in accessing educational information.

For example, a teacher and a student can access learning materials to be a reference to learning teaching from the internet or sites in the form of an electronic book (e-book). The presence of an electronic book gives readers ease because it can be downloaded and read directly without having to print first. Another positive impact is that Indonesia could have followed students exchange in different countries of the world.

For example, In 2021 the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology will conduct an Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) program for undergraduate-level students to pursue science for 6 months (one semester) at the world’s leading colleges.

Based on the research results conducted by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology in 2021, there are 73 colleges from 31 countries in the world that are ready to receive students from Indonesia (Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, 2021).

In conclusion, the influx of globalization turned out to be an influence on Indonesian people’s lives. There are many aspects of life that are experiencing development or rise as a result of globalization.

Rapidly growing science and technology, the rise of Indonesia’s economy, ease of searching for education-related information, etc. In short, globalization has a positive impact on Indonesian people’s lives in various fields, some of which are in the social culture, economics, and education.

However, we as Indonesian people must be good at re-filtering whatever foreign matters enter our country, so that we will not be affected by the negative effects of globalization that might  be a boomerang for the Indonesian country. (*)

 

References

Central Bureau of Statistics. (2021). Indonesian’s exports and imports soar in August 2021.

https://databoks.katadata.co.id accessed on May, 19 2022.

Human Development Report Team. (2019). Human Development Report in 2019. United States:

United Nations Development Programme.

Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. (2021). The Directorate General of

Higher Education, Research, ang Technology is ready to launch the Indonesia

International Student Mobility Awards (IISMA) program in 2022.

https://dikti.kemdikbud.go.id accessed on May 19, 2022.

Ngafifi, Muhammad. (2014). Advances in technology and patterns of human life in socio-cultural

perspective. Wonosobo: SMP Negeri 2 Sukoharjo.

 

 

Terjemah :

Dampak Positif Globalisasi di Indonesia

Oleh : Tri Isnaeni, FSBK, UAD (Isnaenitri04@gmail.com)

IAINUonline – Globalisasi merupakan proses yang tidak dapat dihindari di semua negara di dunia, termasuk dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan. Di era modern seperti sekarang ini, manusia telah merasakan manfaat dari keberadaan globalisasi, khususnya di Indonesia.

Globalisasi menciptakan efek positif yang terlihat di kehidupan sehari-hari terutama dalam 3 bidang: sosial budaya, ekonomi, dan pendidikan. Globalisasi memberikan dampak positif di Indonesia adalah bidang sosial budaya.

Dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat karena masuknya arus globalisasi membuat ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia berkembang pesat. Contohnya perkembangan smartphone di Indonesia.

Dimana saat ini handphone dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti belajar, menonton video, belanja online, mencari informasi, dll (Ngafifi, 2014). Selain perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan terkini akibat masuknya arus globalisasi di Indonesia juga membuat kualitas hidup masyarakat meningkat.

Seperti hasil penelitian tahun 2019 yang dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP) menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Indonesia terus membaik dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 1990, indeks pembangunan Indonesia mencatat 0,525 poin, kemudian mengalami peningkatan hingga 0,707 poin pada tahun lalu (Tim Human Development Report, 2019). Bidang globalisasi kedua yang memberikan dampak positif bagi Indonesia adalah bidang ekonomi.

Dalam satu atau dua dekade, globalisasi di bidang ekonomi telah membuat kemajuan yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini disebabkan kemudahan akses permodalan, teknologi, pasar ekspor yang lebih besar, dan akses impor yang murah yang diberikan oleh pasar global.

Selain itu, globalisasi di bidang ekonomi juga dapat meningkatkan nilai ekspor dan impor Indonesia. Misalnya, hasil penelitian Badan Pusat Statistik, bahwa pada Agustus 2021 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 21,42 miliar.

Angka tersebut meningkat 20,95% dibandingkan Juli 2021 yang sebesar US$ 17,71 miliar. Selain itu, nilai impor Indonesia pada Agustus 2021 juga mencapai US$ 16,68 miliar. Jumlah tersebut meningkat 10,35% dibandingkan Juli 2021 sebesar US$ 15,11 miliar (Badan Pusat Statistik, 2021).

Bidang globalisasi terakhir yang memberikan dampak positif di Indonesia adalah bidang pendidikan. Globalisasi di bidang pendidikan telah memberikan kemudahan bagi masyarakat (siswa dan guru) dalam mengakses informasi pendidikan.

Sebagai contoh, seorang guru dan siswa dapat mengakses bahan ajar untuk dijadikan acuan belajar mengajar dari internet atau situs dalam bentuk buku elektronik (e-book).

Kehadiran buku elektronik memberikan kemudahan bagi pembaca karena dapat diunduh dan dibaca langsung tanpa harus mencetak terlebih dahulu. Dampak positif lainnya adalah Indonesia bisa mengikuti pertukaran pelajar di berbagai negara di dunia.

Misalnya, pada tahun 2021 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akan menyelenggarakan program Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) bagi mahasiswa tingkat sarjana untuk mengejar ilmu pengetahuan selama 6 bulan (satu semester) di perguruan tinggi terkemuka dunia.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021, terdapat 73 perguruan tinggi dari 31 negara di dunia yang siap menerima mahasiswa dari Indonesia (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). , 2021).

Kesimpulannya, masuknya arus globalisasi ternyata berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak aspek kehidupan yang mengalami perkembangan atau kebangkitan sebagai akibat dari globalisasi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, kebangkitan ekonomi Indonesia, kemudahan mencari informasi terkait pendidikan, dll. Singkatnya, globalisasi membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia di berbagai bidang, beberapa di antaranya dalam bidang sosial budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Namun kita sebagai bangsa Indonesia harus pandai menyaring kembali apapun benda asing yang masuk ke negara kita, agar kita tidak terpengaruh oleh pengaruh negatif globalisasi yang mungkin bisa menjadi bumerang bagi negara Indonesia. (*)

 

Referensi

Badan Pusat Statistik. (2021). Ekspor dan impor Indonesia melonjak pada Agustus 2021.

https://databoks.katadata.co.id diakses pada 19 Mei 2022.

Tim Laporan Pembangunan Manusia. (2019). Laporan Pembangunan Manusia tahun 2019. Amerika Serikat:

Program Pembangunan PBB.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Direktorat Jenderal

Perguruan Tinggi, Riset, dan Teknologi siap luncurkan Indonesia

Program International Student Mobility Awards (IISMA) pada tahun 2022.

https://dikti.kemdikbud.go.id diakses pada 19 Mei 2022.

Ngafifi, Muhammad. (2014). Kemajuan teknologi dan pola kehidupan manusia secara sosial budaya

perspektif. Wonosobo: SMP Negeri 2 Sukoharjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.