IAINUonline – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban mengadakan istihlal dengan tema “Kembali ke Fitrah Menjalin Ukhuwah’’.

Istihlal atau yang lebih dikenal dengan halal bihalal, lazim dilakukan oleh masyarakat Indonesia di bulan Syawal. Acara yang diadakan di Gedung Makhdum Ibrahim kelas B4 lantai 1 ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen Prodi PIAUD IAINU Tuban.

Istihlal bukan sekedar halal bihalal. Kata istihlal merupakan bentuk masdar dari kata istahlala (‘ala wazni istaf’ala) yang artinya meminta halal. Artinya setiap manusia diperintahkan untuk mencintai meminta maaf ketika salah, dan mencintai memberi maaf ketika diminta.

Makna kata ini sangat dalam dan komprehensif untuk momen semacam ini. Seperti yang disampaikan dalam Mauidhohhasanah yang disampaikan oleh Agus Fathoni Prasetya, M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Tuban.

“Dosa manusia hanya bisa dihapus dengan saling meminta maaf dan memaafkan,” ujarnya. Fatoni juga memaparkan sejarah adanyaa istihlal bihalal. Halal bihalal ini dicetuskan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Wahab Chasbullah.

‘’Beliau mengajukan kepada Presiden Soekarno untuk mengadakan silahturahmi guna menyikapi suasana pertentangan di tubuh elit potitik bangsa saat itu,’’ katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi PIAUD IAINU Tuban, Nurlaili Dina Hafni, M.Pd mengucapkan terimakasih kepada HIMA Prodi PIAUD atas terselenggaranya acara tersebut. Dia berharap semoga PIAUD IAINU Tuban semakin kompak dan aktif berkegiatan juga berkarya.

“Saya secara pribadi dan mewakili prodi PIAUD mengucapkan minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.