DKTR BARU : IAINU Tuban Tambah Satu Doktor Baru


IAINUonline – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengbadian Masyarakat Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama’ Tuban (LP2M IAINU Tuban), Sholikah, resmi menyandang gelar Doktor (Dr).

Gelar itu berhak disematkan di belakang namanya setelah mempertahankan disertasinya pada sidang terbuka promosi Doktor Pascasarjana Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Ujian digelar  di ruang promosi Doktor lantai 3 kampus 1 UIN Walisongo Semarang Indonesia pada Selasa, 7 Desember 2021 lau.

Disertasi promovenda yang juga alumni Pondok Pesantren Denanyar Jombang ini diuji oleh 8 orang yang ahli di bidangnya masing-masing. Yakni Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag sebagai ketua sidang/penguji; Prof. Dr. H. Abdul Ghofur, M.Ag sebagai sekretaris sidang/penguji dan Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag sebagai penguji eksternal dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Juga Prof. Dr. Hj. Nur Uhbiyati, M.Pd sebagai penguji, Dr. H. Suja’i, M.Ag sebagai penguji; Dr. Fahrurrozi, M.Ag sebagai penguji; Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag sebagai promotor dan penguji; Dr. Mahfud Junaedi, M.Ag sebagai Ko-promotor dan penguji.

Di hadapan 8 Dewan Penguji tersebut, perempuan yang tercatat sebagai dosen tetap Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban ini dengan sempurna memaparkan penelitian bertajuk “Pemasaran Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Islam (Studi pada Sekolah/Madrasah Berafiliasi dengan Pondok Pesantren di Kabupaten Tuban)”.

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan (1). Mengapa sekolah/madrasah berafiliasi dengan pondok pesantren di kabupaten Tuban menerapkan pemasaran pendidikan berbasis nilai-nilai Islam?; (2). Bagaimana bauran pemasaran sekolah/madrasah yang berafiliasi dengan pondok pesantren di Kabupaten Tuban?; (3). Bagaimana implikasi bauran pemasaran pendidikan berbasis nilai-nilai Islam terhadap pengembangan pendidikan Islam?

Hasil penelitian ini dilakukan selama lebih dari 2 tahun ini menyebutkan; pertama, motivasi dan alasan penerapan pemasaran pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di Sekolah/Madrasah berafiliasi dengan pondok pesantren di Tuban antara lain: Perpaduan upaya lahiriyah dan batiniyah lembaga pendidikan Islam dalam proses pemasaran pendidikan.

Lembaga Pendidikan Islam mensyiarkan nilai-nilai islam dalam wujud pemasaran pendidikan Islam; Kesesuaian nilai-nilai Islam dalam pemasaran pendidikan di Sekolah/Madrasah berafiliasi dengan pondok pesantren; dan ketertarikan pelanggan pendidikan kepada lembaga pendidikan Islam.

Kedua, bauran pemasaran pendidikan berbasis nilai-nilai Islam pada Sekolah/Madrasah berafiliasi dengan pondok pesantren antara lain: a)  product berupa program unggulan lembaga dan variasi pilihan program harus sesuai dengan syari’at Islam seperti jujur, cerdas, terpercaya, dan transparan. b) price (harga) berupa SPP dan biaya pendidikan yang jujur, transaparan, cerdas/bijaksana, dan komunikatif, adil, dan ta’awun.

c) promotion (promosi) berupa konten/isi, lokasi, dan media dalam kegiatan promosi yang digunakan berasaskan kejujuran, komunikatif, strategis, dan tepat sasaran; dan d) place (lokasi dan sarana prasarana) berupa gedung sekolah/madrasah, sarana dan prasarana yag bersih, nyaman, dan aman, serta transportasi menuju ke lokasi dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan.

Tingkat utilitas (maslahah) pelanggan mencapai total utility jika sekolah/madrasah memberikan dukungan lahir maupun batin terhadap pelanggan. Klasifikasi mas}lah}ah dalam bauran pemasaran pendidikan pada antara lain: pertama, bauran pemasaran 4P dalam kategori urgensi maslahah merupakan maslahah daruriyyat atau primer; dari segi kuantitas, bauran pemasaran 4P termasuk maslahah al-‘ammah.

Berdasarkan aspek perubahan, bauran pemasaran 4P ini termasuk maslahah mutaghayyarah; berdasarkan legitimasi nah, bauran pemasaran 4P ini termasuk maslahah mu’tabarah.; ketiga, implikasi pemasaran pendidikan berbasis nilai-nilai Islam menyatakan bahwa nilai-nilai Islam yang harus dimiliki marketer.

Antara lain jujur (honesty), terpercaya (trust), komunikatif (transparent and communicated), cerdas (intelligent), bersih (nadif), aman dan nyaman, tolong-menolong (ta’awun), dan manfaat dan kepuasan pelanggan (mas}lah}ah).

Ketiga, implikasi pemasaran pendidikan berbasis nilai-nilai Islam secara praktis dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan internal dan eksternal pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, rekomendasi kepada pengelola lembaga pendidikan agar membuat SOP pemasaran pendidikan agar implementasinya dapat efektif dan efisien.

Setelah ujian berlangsung lebih dari 3 jam, semua dewan penguji sidang promosi doktor yang berjumlah 8 orang tersebut, akhirnya bersepakat memberikan nilai 3,87 atau kategori istimewa (cumlaude) pada promovenda yang berdomisili di Kerek Tuban ini.

Dengan adanya kajian tentang pemasaran layanan jasa pendidikan pada Sekolah/Madarasah di Tuban ini, ke depan promovenda berharap kesadaran yang tinggi pada semua lembaga pendidikan untuk memasarkan, mempromosikan dan membranding pada tiap lembaga yang dikelola berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam.

Yang selaras dengan semangat zaman revolusi Industri 4.0, sehingga Sekolah/Madrasah (khususnya yang ada di Tuban) dapat diterima dan diminati oleh pengguna pendidikan yaitu masyarakat secara puas, ujar ibu dari Raisa Hisania Tunggadewi ini secara meyakinkan.(*)

 

Penulis : Dian Rusyawati

Editor : Sri Wiyono

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.