IAINUonline – Ide kreatif muncul dari mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban yang menjalani kuliah kerja nyata (KKN). Di Kelompok 9 Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, mahasiswa IAINU ini melatih generasi muda meracik hand sanitizer sendiri.

Mahasiswa kelompok 9 ini terdiri dari Erlina Dwi Puspitasari, Anisyah Ika Widiya Wati, Ani Marotun Nisa dan Shenna Diva labiba. Di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Siti Nurjanah, para mahasiswa ini melibatkan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan santri dari desa setempat.

‘’Lokasi pembuatan di musala Miftakhul Huda Tegalbang,’’ ujar Jejen, panggilan Siti Nurjanah.

Menurut dosen yang juga ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAINU Tuban ini, pelatihan cara meracin hand sanitizer sendiri tersebut penting. Sebab, saat masa pandemi Covid-19 yang belum pasti lapan berakhirnya, penerapan protokol kesehatan (prokes) harus terus dilakukan.

Salah satunya adalah rajin mencuci tangan memakai sabun. Untuk mengganti cuci tangan dengan sabun, bisa menggunakan hand sanitizer. Sehingga keberadaan cairan itu sangat penting. Dengan ukuran kecil, praktis bisa di ke mana-mana.

‘’Tujuan  agar warga yang diwakili pada pemuda ini bisa membuat hand sanitizer sendiri,’’  tambahnya.

Bahan yang digunakan di antaranya cairan aloevera atau lidah buaya dan alkohol dengan kadar 95 persen. Kadar alkohol 95 persen ini sesuai dengan standar yang diberikan WHO. Dalam racikan tersebut, lanjut Jejen, menggunakan perbandingan 1:3, yakni aloevera 300 mililiter (ml) dan alkohol 900 mililiter (ml). Hasil racikan itu menjadi 20  botol yang tiap botol berisi 60 ml.

‘’Hasil produksinya dibagikan kepada rekan dan rekanita IPNU –IPPNU serta para santri, sepaket dengan masker,’’ jelasnya.

Selain mengajari membuat hand sanitizer, para mahasiswa juga sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan serta tata cara hidup bermasyarakat di tengah pandemi dalam masa new normal ini.

‘’Mahasiswa memberikan pemahaman, bahwa protokol kesehatan itu sangat penting, sehingga warga harus benar-benar melaksanakan,’’ katanya.(*)

 

Penulis/editor : Sri Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.