ZONA ORANYE : Zonasi Covid-19 di Jawa Timur


IAINUonline – Kabupaten Tuban kembali masuk zona oraye Covid-19. Data sampai 29 April, jumlah kumulatif warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tuban 3.558 orang. Selain kasus terkonfirmasi yang terus bertambah, angka kematian Covid-19 di Tuban juga tinggi mendekati 11 persen, bahkan di atas rerata nasional.

Kondisi ini kembali membuat Kabupaten Tuban masuk ke zona oranye, dari sebelumnya sudah zona kuning. Sebenarnya, perubahan zonasi itu terjadi di seluruh Jawa Timur. Sejumlah 29 daerah masuk zona oranye dan sembilan lainnya zona kuning.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, kembalinya Tuban ke zona oranye ada beberapa faktor.

Pertama, kasus Covid-19 di Kabupaten Tuban cenderung meningkat begitu juga yang terkonfirmasi positif. Kedua, pengaruh tingkat nilai provinsi. Dulu nilai perbandingannya 1,5 dan sekarang tingkat 1,03.

“Pada tingkat pemeriksaan PCR se-provinsi nilainya menurun. Semuanya saling menghindari akhirnya nilai provinsi turun, sehingga 29 daerah zona oranye,” ujar Bambang, Jumat (30/4/2021).
Mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo ini menilai, kenaikan kasus corona belum dipengaruhi kedatangan pemudik. Beberapa hari terakhir baru 50 orang yang diperiksa dan belum ada yang reaktif saat dirapid tes.

Rerata seseorang yang datang ke rumah sakit sudah terjangkit virus dan kondisinya kritis. Karena banyaknya isu jika datang ke rumah sakit akan dikoronakan. Padahal saat dites memang benar terjangkit covid-19.

Karena baru dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah, setelah masuk UGD beberapa saat kemudian meninggal. Bahkan, belum sampai ruangan sudah meninggal. ‘’Evaluasi sementara kasus meninggal juga banyak ditemukan di perbatasan Lamongan dan Bojonegoro,” tambahnya.

Dengan kembalinya ke zona oranye, Dinkes bersama Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tuban tetap melaksanakan SOP yang ada. Seperti 5M tetap digalakkan, pemeriksaan treacing, tretmen juga terus dilakukan.

Untuk pekan ini, Satgas akan lebih memperketat area perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dua pos telah disiapkan di Bulu Bancar berbatasan dengan Kecamatan Sarang, dan pos Jatirogo berbatasan langsung dengan Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.

Sekaligus mewaspadai kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tuban. Saat ini ada lebih dari 10 PMI yang dikarantina dan ada yang terkonfirmasi positif.

“Untuk vaksinasi di Puskesmas tetap jalan walaupun puasa. Untuk yang di Korpri dihentikan dulu karena sasarannya orang dinas. Kasihan nanti tidak ada istirahat orangnya,” tandasnya.(*)

 

Penulis/editor : Sri Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.