IAINUonline – ‘’Kenapa setelah lulus kita merasa sulit mencari kerja?’’ tanya Ananta Wahyu Pratama trainer dari MMI  (Mikro Madani Institut) di hadapan mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban.

Ananta Wahyu mengatakan, persoalan tersebut sering dialami para lulusan baik sekolah maupun kuliah. Realita di lapangan sering tak sesuai dengan harapan para lulusan. Karena itu, sejak awal para mahasiswa harus menyiapkan diri untuk kembali pada realita sesungguhnya setelah lulus kuliah.

‘’Yang lulusan S2 kesulitan cari kerja karena dianggap terlalu kompeten atau over kualifikasi, yang S1 dianggap belum punya pengalaman, yang lulus SMA dianggap belum sampai pada kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan. Dan, yang punya pengalaman dan skill kesulitan untuk menunjukkan kemampuan yang dia punyai,’’ tambah Ananta.

Karena itu, kehadiran MMI ke IAINU Tuban ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan membedah persoalan atau kendala-kendala dalam menyambut kehidupan nyata setelah meninggalkan bangku kuliah. Khususnya yang ingin masuk pada pekerjaan atau sektor formal.

IAINU Tuban  melalui Student Center memang menyiapkan panduan karier bagi para mahasiswa yang bakal lulus. Menggandeng MMI  (Mikro Madani Institut) Student Center  menggelar short course series career launchpad atau kursus singkat sebagai landasan untuk menyiapkan karier.

Short course series career launchpad dengan tema  mengenali realita industri, memahami kebutuhan perusahaan dan membangun strategi karier di era kerja yang semakin kompetitif itu dilaksanakan di ruang smart class gedung rektorat IAINU Tuban.

Kegiatan diikuti 35 peserta yang terdiri mahasiswa semester VIII dan alumni. Para peserta akan menjalani pelatihan dan akan mengikuti seleksi untuk bisa masuk ke dunia industri setelah lulus.

‘’Ada 23 kesempatan masuk ke dunia industri saat ini yang tersedia. Jadi, peserta ini akan diseleksi setelah menjalani pelatihan ini untuk mengisi 23 posisi itu,’’ ujar  Rr. Kusuma Dwi Nur M., M.Pd.I, Ketua Student Center IAINU Tuban.

Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Jamal Ghofir M.A. Ia mengatakan, MMI hadir untuk melakukan ikhtiar pendampingan pada mahasiswa.

‘’Siapa tahu ada yang berminat atau bisa bekerjasama dengan MMI ini, ada juga yang di luar Jawa,’’ ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, mahasiswa harus siap mental jika nanti terpilih dan diminta untuk masuk dunia industri yang sudah ada.

‘’Yang lolos nanti harus siap, dan bagi yang belum lolos harus ikhtiar lagi,’’ katanya.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *