PUSAT REFERENSI NU : Perpustakaan IAINU Bakal Lebih Maju


IAINUonline – Kampus Institut Agama Islam nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban terus mengembangkan fasiltasnya. Salah satunya pengembangan dan renovasi perpustakaan kampus.

Menurut penuturan Rozaq dan Wicak pustakawan di perpustakaan IAINU Tuban, perpindahan perpustakaan yang lama ke ruang perpustakaan yang baru telah dilakukan sejak satu bulan yang lalu.

Saat ini sedang dilakukan renovasi untuk membuat ruang perpustakaan lebih megah dan nyaman. Tentu itu semata-mata untuk memanjakan pengunjung perpustakaan agar semakin nyaman berselancar di samudera ilmu melalui buku-buku yang disediakan.

Pengembangan dan renovasi perpustakaan merupakan gagasan Rekor IAINU Tuban Akhmad Zaini. Pemindahan perpustakaanpun didasari pertimbangan ruangan perpustakaan lama yang terlalu sempit.

Di perpustakaan baru IAINU Tuban bakal ada penambahan tempat serta memiliki fasilitas yang  lebih modern. Untuk penambahan referensi, IAINU Tuban telah mendapat hibah buku dari beberapa universitas, seperti UINSA yang menghibahkan buku sebanyak 400 eksemplar. “Dengan adanya renovasi perpustakaan ini, diharapkan mahasiswa lebih antusias lagi dalam membaca dan berkunjung ke perpustakaan,” ujar Rozaq.

Menurut dia, untuk meminjam buku sekarangpun lebih mudah. Sebab, tidak perlu menggunakan kartu khusus perpustakaan. Akan tetapi, cukup dengan menggunakan NIM (Nomer Induk Mahasiswa).

Pengunjung perpustakaan lumayan ramai, berkisar 50 sampai 100 orang per hari. Perpustakaan memang salah satu komponen terpenting di lingkungan kampus.  Lokasi strategis, nyaman dan asri menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya.

Koleksi buku di perpustakaan IAINU terdapat banyak buku, baik pengetahuan umum maupun yang bersifat keagamaan. Ada lebih dari 3.000 judul buku dalam perpustakaan ini.

Penyiapan perpustakan yang nyaman dengan koleksi buku yang lengkap diharapkan bisa meningkatkan minat baca. Bukan hanya untuk mahasiswa, namun seluruh warga kampus seperti dosen maupun karyawan kampus.

Sebab, minat baca untuk masyarakat di Indonesia secara umum masih sangat rendah.    Faktanya UNESCO menyebutkan Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia.

Artinya, minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca! (Kominfo.go.id)

Dari rendahnya minat baca Indonesia dari kampus IAINU Tuban terus berusaha meningkatkan minat baca para mahasiswanya tersebut.  Kondisi buku-buku tersusun rapi di rak diharapkan bukan sekadar belaka.

Namun diharapkan agar mahasiswa IAINU Tuban semakin kerap mengunjungi perpustakaan untuk menumbuhkan minat pada kecintaan membaca.(*)

 

Penulis : Elvida/Nunuk Rahmawati/Nastiti Iffah G.

Editor : Sri Wiyono

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.