IAINUonline – Salah satu kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban mempraktikkan penerapan pembelajaran kreatif dan inovatif dalam mata kuliah Konsep dan Pembelajaran Aqidah Akhlak MTs dan MA.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui presentasi makalah yang membahas berbagai permasalahan pembelajaran Aqidah Akhlak di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) itu.

Dalam makalah tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran Aqidah Akhlak tidak hanya memberikan pengetahuan tentang agama, tetapijuga menanamkan nilai moral,spiritual, dan perilaku baik kepada peserta didik.

Mahasiswa menjelaskan bahwa modul pembelajaran harus mampu membantu siswa belajar secara mandiri, lengkap, dan mudah dipahami. Selain itu, guru juga dianjurkan menggunakan model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning (PBL) dan Value Clarification Technique (VCT).

Kedua model tersebut dinilai mampu membuat siswa lebih aktif,kritis, serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparannya, kelompok tersebut juga membandingkan pembelajaran Aqidah

Akhlak di tingkat MTs dan MA.

Pada tingkat MTs, pembelajaran lebih sederhana dan menekankan pembiasaan akhlak sehari-hari. Sementara itu, pada tingkat MA pembelajaran dibuat lebih variatif dan analitis karena peserta didik dinilai sudah mampu berpikir lebih kritis.

Tidak hanya melakukan presentasi, mahasiswa juga mengajak peserta kelas untuk mempraktikkan model Problem Based Learning (PBL). Seluruh mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok dan diberikan materi mengenai ghibah yang sebelumnya telah dijelaskan dalam makalah.

Setiap kelompok diminta menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan

analisis masalah, sudut pandang, serta solusi terhadap perilaku ghibah dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat saling mengemukakan pendapat dan membangundiskusi bersama secara aktif. Kemudian simulasi di akhiri dengan refleksi pembelajaran, dengan mengadakan game quiz yang mana di dalamnya berisi seputar materi Aqidah Akhlak.

Suasana ke las menjadi lebih hidup karena seluruh ke lompok saling kompak menjawab pertanyaan yang diberikan. Kelompok yang berhasil memperoleh nilai tertinggi mendapatkan reward berupa hadiah sederhana dari pemateri sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan pemahaman materi selama proses pembelajaran berlangsung.

Melalui materi dan praktik pembelajaran tersebut, penulis berharap para calon pendidik mampu menyusun modul yang kreatif dan inovatif serta memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik agar nilai-nilai Aqidah Akhlak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *