Oleh : Irfa’i Alfian Mubaidilla

IAINUonline – “Pak, kenapa rajin banget?”

“Pak, kenapa berangkatnya pagi banget? Muridnya saja belum datang.”

Pertanyaan sederhana itu pernah terlontar dari seorang murid. Ia bertanya dengan wajah penuh rasa ingin tahu, seolah datang lebih pagi ke sekolah adalah sesuatu yang tidak biasa. Saya hanya tersenyum. Bagaimana menjelaskan kepada seorang anak bahwa ada alasan yang mungkin belum bisa mereka pahami sekarang?

Menjadi guru bukan hanya tentang datang ketika bel berbunyi, masuk kelas ketika pelajaran dimulai, lalu pulang setelah tugas selesai. Ada kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang sering kali tidak tertulis dalam jadwal mengajar. Salah satunya adalah datang lebih pagi.

Ketika halaman sekolah masih relatif sepi, ruang kelas belum dipenuhi suara anak-anak, dan udara pagi masih terasa begitu segar, kami sudah berada di sekolah. Bukan karena ingin terlihat paling rajin. Bukan pula karena ingin mendapatkan pujian.

Kami hanya ingin memulai hari lebih awal. Ada energi yang berbeda ketika melihat matahari pagi dari balik halaman sekolah. Ada semangat yang perlahan tumbuh ketika membayangkan wajah-wajah yang sebentar lagi akan memenuhi kelas. Lalu satu per satu mereka datang.

Ada yang berjalan sambil menguap. Ada yang berlari karena hampir terlambat. Ada yang datang dengan wajah ceria. Ada pula yang sejak pagi sudah membawa cerita tentang apa yang terjadi di rumah dan kemudian, senyum itu muncul. “Selamat pagi, Pak!” Sederhana, Hanya dua kata.

Tetapi bagi seorang guru, sapaan itu menjadi energi untuk menjalani satu hari penuh. Mungkin murid tidak tahu bahwa ada kebahagiaan tersendiri ketika menjadi orang pertama yang menyambut mereka di pagi hari.

Sebelum mereka bertemu teman-temannya. Sebelum mereka bercerita kepada orang lain. Sebelum dunia sekolah mulai ramai.

Kami ingin melihat senyum mereka untuk pertama kalinya. Bukan karena kami ingin memilikinya, tetapi karena kami sadar bahwa setiap anak datang ke sekolah membawa cerita yang berbeda. Ada yang datang dengan hati ringan.

Ada yang mungkin sedang membawa masalah dari rumah. Ada yang sedang bahagia. Ada yang mungkin hanya membutuhkan seseorang untuk menyapanya dan mengatakan bahwa hari ini akan baik-baik saja dan terkadang, sapaan sederhana dari seorang guru adalah hal kecil yang membuat seorang anak merasa bahwa kehadirannya berarti.

Itulah mengapa sebagian guru memilih datang lebih pagi. Bukan sekadar mengejar waktu. Kami sedang menyiapkan diri untuk menyambut manusia-manusia kecil yang setiap hari dipercayakan kepada kami.

Kami menyiapkan materi, merapikan kelas, mempersiapkan pembelajaran. Tetapi di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah tertulis dalam administrasi guru, menyiapkan hati untuk kembali bertemu dengan murid-murid. Sebab bagi seorang guru, sekolah bukan hanya tempat bekerja. Sekolah adalah tempat bertemunya banyak cerita.

Cerita tentang anak yang sedang belajar mengeja. Cerita tentang anak yang perlahan berani berbicara. Cerita tentang anak yang hari ini gagal tetapi besok mencoba lagi. Cerita tentang tawa, tangis, kesalahan, keberanian, dan pertumbuhan dan guru berkesempatan menyaksikan semua itu dari jarak yang begitu dekat.

Mungkin suatu hari nanti, anak-anak itu akan tumbuh dewasa. Mereka mungkin tidak lagi mengingat materi pelajaran yang pernah kami sampaikan. Mereka mungkin lupa berapa halaman buku yang pernah mereka baca atau berapa soal yang pernah mereka kerjakan.

Tetapi semoga mereka masih mengingat bahwa pernah ada seorang guru yang datang lebih pagi untuk menyambut mereka. Pernah ada seseorang yang tersenyum ketika mereka datang. Pernah ada seseorang yang berkata, “Selamat pagi, Semangat belajar hari ini.”

Karena pada akhirnya, menjadi guru bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang berhasil kita transfer kepada murid. Tetapi juga tentang perasaan apa yang berhasil kita tinggalkan dalam perjalanan mereka.

Maka ketika seorang murid kembali bertanya, “Pak, kenapa berangkat pagi banget?” jawabannya sederhana, “Karena Bapak ingin melihat senyum kalian lebih dulu.”

Senyum yang mungkin bagi kalian biasa saja. Tetapi bagi kami, itulah salah satu alasan mengapa pagi selalu terasa istimewa. Kami datang lebih awal bukan karena ingin menjadi yang paling rajin.

Kami datang lebih awal karena kami ingin menjadi bagian dari awal cerita kalian, setiap hari. Tanpa kalian sadari, senyum kalianlah yang membuat kami selalu ingin datang lagi esok pagi.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *