IAINUonline – Kesempatan langka didapat Geubrina Firdaus Suharma mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA) Tuban yang sedang melaksanakan kegiatan KKN Kolaborasi Internasional di Malaysia.

Ia berkesempatan untuk mengikuti pertemuan bersama PCINU Malaysia dengan Kiai Haji Mustain Syafi’i, salah satu pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Geubrina Firdaus Suharma mengatakan, kegiatan terseut menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Karena tidak hanya menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar dan mendapatkan wawasan secara langsung dari tokoh yang memiliki pengalaman dalam dunia pesantren, pendidikan, dakwah, dan ke-NU-an.

‘’Sebagai mahasiswa yang sedang menjalankan pengabdian melalui KKN, pertemuan ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana nilai-nilai keislaman dan semangat berkhidmah dapat terus diterapkan di tengah masyarakat, termasuk dalam lingkungan yang berbeda seperti di Malaysia,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Haji Mustain Syafi’i menyampaikan pesan yang sangat berkesan, bahwa untuk menghidupi NU dan berdakwah menyiarkan agama Islam, kita harus menjadi pribadi yang sabar dan ikhlas.

Ia  mengingatkan bahwa perjuangan dalam berdakwah maupun berkhidmah tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Terkadang hasil dari apa yang kita lakukan tidak dapat langsung terlihat, sehingga dibutuhkan kesabaran dalam menjalani setiap proses dan keikhlasan dalam memberikan manfaat kepada orang lain.

‘’Pesan tersebut menjadi refleksi tersendiri bagi saya sebagai mahasiswa UNUMA Tuban yang sedang menjalankan KKN di Malaysia,’’ tambah

Geubrina Firdaus Suharma menilai, KKN bukan hanya menjadi kewajiban akademik untuk menyelesaikan program kerja, tetapi juga menjadi proses belajar secara langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa bisa belajar bahwa pengabdian membutuhkan sikap rendah hati, kesabaran, kemampuan beradaptasi, serta keikhlasan dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan.

‘’Selain itu, kegiatan hari ini juga memberikan pengalaman bahwa sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi yang memiliki latar belakang Nahdlatul Ulama, kami memiliki tanggung jawab untuk membawa nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, dan semangat pengabdian dalam setiap kegiatan yang dilakukan,’’ katanya.

KKN internasional menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memperkenalkan nilai dan budaya yang kami bawa dari Indonesia, khususnya dari UNUMA Tuban, kepada lingkungan yang lebih luas.

Ia berharap pesan dan pengalaman yang diperoleh dari pertemuan hari itu dapat menjadi bekal selama melaksanakan seluruh rangkaian KKN.

‘’Semoga saya dapat menjalankan setiap kegiatan dengan lebih sabar, ikhlas, dan sungguh-sungguh, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan membawa nama baik UNUMA Tuban selama berada di Malaysia,’’ ucapnya.

 

Penulis : Geubrina Firdaus Suharma

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *