IAINUonline – Sebanyak 205 mahasiswa baru (maba) Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA) yang sebelumnya Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban mulai menjalani masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun akademik 2026/2027.

Pembukaan PBAK dilaksanakan dengan apel di lapangan futsal UNUMA.  Seluruh maba ikut dalam kegiatan ini. Apel dipimpin Ketua Senat IAINU Tuban, KH.Fathul Amin yang didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Supriyanto, M.Pd, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Keuangan dan Pengembangan SDM Dr. Nurhaningtyas Agustin dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Jamal Ghofir, M.A. selain itu, pada Dekan dan Kaprodi juga hadir dalam momen tersebut.

Terpisah, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Jamal Ghofir mengatakan, IAINU Tuban yang sudah berubah bentuk menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA) mempunyai tiga sasaran pokok yang menjadi slogan, yakni  Smart Authentic Globally.

‘’Basic smart adalah keilmuan, authentic adalah karakter dn globally adalah percaturan dunia. Ketika kita memiliki basic yang kuat dan karakter diri atau local wisdom), dengan sendirinya kita akan berlayar pada arus global dan tidak terombang ambing pada riuh ombak percaturan dunia,’’ jelasnya.

Kepada para mahasiswa baru, Jamal berpesan agar menjalani semua proses dengan sungguh-sungguh. Para mahasiswa sedang mengukir sejarah pengembaraan pencarian Ilmu di UNUMA. Sementara UNUMA berusaha selalu memberikan yang terbaik dan bisa bersaing dengan kampus di kota besar lainnya.

‘’Generasi perdana UNUMA harus aktif baik di pembelajaran maupun organisasi, pekuat soft skill sebab tantangan ke depan butuh kemampuan yang kuat,’’ ujarnya.

Jamal mengajak seluruh mahasiswa mengucapkan syukur alhamdulillah karena para mahasiswa baru ini bisa menyiapkan diri mengarungi kehidupan baru berupa menuntut ilmu di UNUMA Tuban.

Karena itu, dia meminta mahasiswa untuk benar-benar menjalani proses akademik berupa pembelajaran untuk memenuhi kewajiban akademik yang harus dijalani.

Sebab, ke depan tidak cukup modal intelektualitas untuk mengarungi dunia, tapi kemampuan untuk  mengasah ketrampilan dan kemampuan diri serta toleransi juga penting untuk mengarungi dunia global.

Sehingga, mahasiswa diminta untuk terus menjaga diri, kesehatan dan waktu selama berproses. Karena sebagai bagian dari civitas akademika, sangat dipengaruhi sikap awalnya.

‘’Jadi, jalani PBAK ini dengan penuh kesungguhan,’’ katanya.

 

Usai acara pembukaan, para mahasiswa baru ini disuguhi tampilan sebuah tari yang dibawakan oleh mahasiswa UNUMA sendiri. Tarian itu sebagai simbol selamat datang para mahasiswa baru di kampus UNUMA Tuban yang juga dikenal sebagai kampus hijau.

Ada berbagai materi yang bakal diberikan pada para mahasiswa baru tersebut. Di antaranya adalah Aswaja dan ke NU an, sebab IAINU Tuban merupakan pergutuan tinggi di bawah uangan NU. Juga ada materi kesadaran bela negara, pengembangan karakter mahasiswa sebagai intelektual dan anti kekerasan dan kode etik mahasiswa dan sistem keuangan.

Kemudian materi sosialisasi SIAKAD, moderasi beragama di era distrupsi digital, literasi digital, pedoman akademik, kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan serta sosialisasi unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan lembaga-lembaga yang dimiliki UNUMA.

Panitia menekankan dalam PBAK kali ini, mahasiswa sebagai kaum intelektual, dan sebagai agen perubahan, harus kritis. Terus membuka cakrawala pikir dan menyerap berbagai informasi dan perkembangan yang ada. Namun, mahasiswa juga harus tetap menjaga etika dalam kehidupan sehari-hari.

UNUMA Tuban saat ini terdiri dari empat fakultas dengan tujuh program studi. Yakni Fakultas Tarbiyah dengan tiga program studi; Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk jenjang S1 dan S2, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Ada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan program studinya Perbankan Syariah. Kemudian Fakultas Syariah dengan program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Fakultas Dakwah dengan program studi Manajemen Dakwah serta Psikologi Islam.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *