IAINUonline – Program Studi (Prodi) Psikologi Islam Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA) Tuban ikut aktif dalam penyusunan kurikulum inti Psikologi Islam yang akan diajarkan kepada para mahasiswa.

Diwakili Dekan Fakultas Dakwah yang membawahkan Prodi Psikologi Islam Emi Fakhrudi, S.Psi, M.M dan  Dosen Prodi Psikologi Moh. Arvani Zakky Al Kamil, UNUMA ikut dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD) oleh Asosiasi Psikologi Islam Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Jawa Timur (API-HIMPSI Jatim) yang di antaranya membahas kurikulum.

Acara yang digelar di  Rumah Baca Cerdas Abdul Malik Fadjar, Malang itu juga dirangkai dengan pengesahan Dokumen Kurikulum Psikologi Islam. Hal ini untuk menjawab berbagai tantangan global seperti krisis makna hidup (meaninglessness), alienasi sosial, dan kerapuhan kesehatan mental di era digital.

Dokumen Kurikulum Psikologi Islam ini dirancang sebagai kerangka pendidikan ideal bagi program studi agar memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan psikologi umum. Kerangka ini memastikan alumni prodi psikologi Islam tidak hanya memenuhi standar kompetensi nasional dari Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI), tetapi juga diakui kualifikasinya oleh HIMPSI untuk melanjutkan program profesi psikolog.

Ilmu psikologi modern yang berkembang dari paradigma Barat sering kali memiliki keterbatasan dalam menjawab kebutuhan spiritual masyarakat Muslim karena asumsi sekularistiknya. Oleh karena itu, Kurikulum Psikologi Islam memadukan empat pilar epistemologi pengetahuan:

Bayani: Analisis teks Al-Qur’an dan Hadits.

Burhani: Pendekatan penalaran rasional dan logika ilmiah.

Tajribi: Metode induktif dan riset empiris laboratorium/lapangan.

Irfani: Kecerdasan spiritual, penyucian hati (tazkiyatun nafs), dan intuisi.

Penyusunan Kurikulum Psikologi Islam ini memperluas profil lulusan minimal AP2TPI dengan menetapkan kompetensi spesifik yang relevan dengan ekosistem dunia modern. Beberapa profil khusus tersebut meliputi:

Konselor Spiritual dan Kesehatan Mental Masyarakat

Asisten Peneliti / Ilmuwan Psikologi Islam dan Turats

Islamic Caregiver (Pendukung Psikososial dan Bimbingan Rohani)

Pengembang SDM dan Konsultan Organisasi

Perancang Modul Psikoedukasi & Pengembang Alat Ukur Psikologi Islam

Konsultan Keluarga dan Parenting Islami

Pelaku Usaha Mandiri (Psychopreneur)

Penerapan Kurikulum Psikologi Islam mengintegrasikan 16 bahan kajian wajib AP2TPI ke dalam 12 bahan kajian penciri. Perpaduan literatur kitab kuning (turats) dengan literatur global mencakup topik-topik krusial seperti Islamisasi ilmu, psikologi Bayani, teori kepribadian Islam, psikopatologi umum dan Islam, serta intervensi dan psikoterapi Islam berbasis kognitif dan sufistik.

Untuk mencapai kedalaman spiritual dan ketajaman analitis, implementasi Kurikulum Psikologi Islam menggabungkan pedagogi modern dengan tradisi keilmuan Islam:

Case-Based Learning (CBL) dan Problem-Based Learning (PBL) untuk memecahkan kasus nyata di masyarakat.

Project-Based Learning (PjBL) komunitas seperti perancangan posko konseling sebaya.

Riyadlah & Mujahadah (Experiential Spiritual Learning) melalui amalan spiritual rutin guna mencapai kejernihan hati dan ketenangan (sakinah).

Pengesahan rekomendasi kurikulum inti ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Ahmad Sulaiman, M.Ed., M.Ag., Sekretaris Umum Hayani, S.Psi., M.Psi., Dewan Pertimbangan Dr. Endah K. Purwaningtyas dan Dewan Pakar Dr. M. Muhib Alwi.Kemudian perwakilan API Pusat Ilhamuddin Nukman, M.A..

Seluruh anggota rapat sepakat memperkuat penciri Psikologi Islam demi mewujudkan keilmuan yang adaptif, beretika profesional, dan membawa kebermanfaatan universal atau rahmatan lil ‘alamin.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *