IAINUonline – Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Asrori, memberikan pembekalan kepada seluruh pengurus NU dan Banom. Ia menyampaikan pesan penting di tengah derasnya arus globalisasi.
Hal itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal dan Silaturahmi yang digelar PCNU Kabupaten Magelang bersama jajaran badan otonom (Banom) NU, MWCNU se-Kabupaten Magelang, serta MWCNU dan Banom NU se-Kecamatan Windusari. Kegiatan berlangsung di Aula MWCNU Kecamatan Windusari, belum lama ini.
“Di momen halal bihalal ini, saya pribadi dan atas nama PBNU menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekeliruan selama ini,” ujarnya, sebagaimana dikutip nu.or.id.
Ia menekankan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, hingga derasnya arus informasi.
“Mari kita perkuat kembali Jam’iyyah NU, kembali ke Qanun Asasi dan AD/ART Nahdlatul Ulama. Perkuat organisasi, perkuat sektor ekonomi dan kesehatan, khususnya bagi warga Nahdliyyin dan masyarakat pada umumnya,” pesannya. Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Magelang, KH Ahmad Izzudin, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat khidmah kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Mari kita optimalkan kembali program-program kerja yang telah direncanakan. Karena keberkahan yang kita terima berbanding lurus dengan khidmah yang kita laksanakan,” tegasnya.
Pada momentum halal bihalal tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf, baik secara pribadi maupun atas nama PCNU Kabupaten Magelang, sekaligus mengapresiasi kesiapan MWCNU Windusari sebagai tuan rumah.
Acara dibuka dengan pembacaan Qira’atul Qur’an dan tahlil yang dipimpin Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Windusari, KH Mahfudz, serta doa oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Magelang, KH Toha Mansyur.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Magelang, Grengseng Pamudji. Dalam sambutannya, ia mengajak warga NU untuk terus bersinergi dalam membangun daerah.
“Mari bersama-sama membangun Kabupaten Magelang yang sukses, tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga berkah secara spiritual. Kita harus lebih maju dan lebih siap menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. Windusari adalah salah satu kecamatan yang masyarakatnya sangat kuat memegang tradisi dan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Hampir seluruh aktivitas mereka tidak lepas dari upaya merawat tradisi dan nilai-nilai ajaran agama, khususnya nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” ajaknya.
Ia juga menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi dan penguasaan ilmu pengetahuan.
“NU harus tetap menjadi benteng pertahanan dari paham-paham yang memecah belah persatuan,” tambahnya.
