IAINUonline – Umat Islam Indonesia mulai memasuki separuh terakhir Ramadan 1447 H pada Kamis (5/3/2026) malam ini. Sejak malam keenam belas ini, umat Islam dianjurkan membaca doa qunut pada rakaat terakhir salat witir.
Dikutip dari nu.or.id, hal tersebut merupakan amalan sunnah yang sudah ada sejak dahulu. Ustadz Hengki Ferdiansyah menjelaskan bahwa membaca qunut pada akhir salat witir bukanlah perkara baru. Sebab, Ubay bin Ka’ab hingga Umar bin Khattab dan sahabat lainnya juga melakukan amalan tersebut.
Demikian ia menulis dalam artikelnya berjudul Ini Hukum Qunut Witir Setelah Separuh Ramadan yang dikutip NU Online. Kesunnahan qunut di akhir salat witir pada separuh terakhir Ramadan ini diperkuat dengan pandangan Imam an-Nawawi, dalam kitabnya yang berjudul Al-Adzkar an-Nawawiyah, menegaskan kesunnahan membaca qunut pada rakaat terakhir salat witir di separuh terakhir bulan Ramadan.
ويستحب القنوت عندنا في النصف الأخير من شهر رمضان في الركعة الأخيرة من الوتر، ولنا وجه: أن يقنت فيها في جميع شهر رمضان، ووجه ثالث: في جميع السنة، وهو مذهبُ أبي حنيفة، والمعروف من مذهبنا هو الأوّل
“Menurut kami, disunnahkan qunut di akhir witir pada separuh akhir Ramadan. Ada juga dari kalangan kami (Syafi’iyyah) yang berpendapat, disunnah qunut di sepanjang Ramadan.
Kemudian ada pula yang berpendapat bahwa disunnahkan qunut di seluruh salat sunnah. Ini menurut Madzhab Abu Hanifah. ‘’Namun yang baik menurut madzhab kami adalah model yang pertama, yaitu qunut pada separuh akhir Ramadan.”
Ustadz Hengki menyampaikan bahwa kutipan di atas menunjukkan pandangan Imam Nawawi mengenai kesunnahan qunut di akhir shalat witir pada separuh akhir Ramadhan. Madzhab Syafii menganggap pendapat tersebut yang paling kuat.
Meskipun demikian, lanjutnya, ada ulama yang membolehkan qunut sepanjang Ramadan. Senada, Ustadz Muhamad Abror mengutip qaul dari Imam Syafi’i yang menyebut bahwa Ibnu Umar dan Mu’adz al-Qari membaca qunut di tanggal 16 hingga akhir Ramadan.
Hal demikian termaktub dalam kitab Ma’rifatus Sunan wal Atsar sebagaimana dikutip dalam artikel Ustadz Abror berjudul Dalil Baca Qunut Saat Witir Separuh Terakhir Ramadan.
قال الشافعي: ويقنتون في الوتر في النصف الآخر من رمضان، وكذلك كان يفعل ابن عمر، ومعاذ القاري Artinya, “Mereka berqunut di dalam salat witir pada pertengahan akhir bulan Ramadan, seperti itulah yang dilakukan oleh Ibnu ‘Umar dan Mu’adz al-Qari.” Selain itu, pandangan mengenai kesunnahan qunut pada rakaat terakhir salat witir di pertengahan akhir Ramadan juga didasarkan pada sebuah atsar, qaul dari sahabat Nabi, yakni Umar bin Khattab. Atsar itu diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.
أن عمر بن الخطاب جمع الناس على أبي بن كعب فكان يصلي لهم عشرين ليلة ولا يقنت الا في النصف الباقى من رمضان. رواه أبو داود
Artinya, “Sesungguhnya Umar Ibn Khattab berinisiatif mengumpulkan masyarakat agar salat tarawih bersama (dengan imam) Ubay Ibn Ka’b, maka beliau salat tarawih bersama mereka selama 20 malam, dan beliau tidak berdoa qunut kecuali dalam separuh yang kedua (malam 16 Ramadhan hingga seterusnya).”
Sumber: https://www.nu.or.id
