IAINUonline – Setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan Muktamar ke-25 NU digelar di pondok pesantren (ponpes), banyak ponpes yang mengajukan diri. Ponpes-ponpes besar, dari wilayah yang besar di Pulau Jawa sampai di luar Jawa.
Ponpes yang mengajukan diri itu belomba memantaskan diri untuk bisa ditunjuk untuk menjadi penyelenggara Muktamar. Karena itu, untuk menentukan lokasi Muktamar, PBNU harus menerjunkan banyak tim survei untuk memastikan kondisi ponpes pengusul. Apakah lokasinya layak atau tidak. Sebab, PBNU punya syarat dan kreteria ketat untuk menetapkan lokasi Muktamar.
Setelah melalui proses panjang,PBNU menetapkan Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU. Dan, perbincangan soal lokasi Muktamar pun beres. Isu dan perbincangan kini fokus pada Muktamar, serta tetek bengeknya. Termasuk isu-isu dan dinamika pemikiran, nama dan latarbelakang cakon dan sebagainya.
Kabar terbaru, Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) beserta rombongan melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Umum Yayasan Pesantren Bahrul Ulum KH Aburrozaq Sholeh (Gus Rozaq) pada Ahad (12/7/2026) pagi.
Kedatangan Gus Yahya disambut langsung oleh Gus Rozaq. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyampaikan bahwa pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai pusat Muktamar Ke-35 NU merupakan keputusan terbaik. “Tambakberas merupakan jalan tengah yang paling baik. Yang mengendalikan ini semuanya jalur langit, karena di last minute tidak ada satupun yang mampu memberikan solusi jalan tengah, saya sendiri yang mengusulkan dan semuanya setuju,” kata Gus Yahya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa penetapan Tambakberas bukan sekadar teknis, melainkan juga pertimbangan spiritual dan kemaslahatan jam’iyah. Gus Yahya mengapresiasi gerak cepat MWCNU Jombang Kota dan Yayasan Bahrul Ulum.
“Kami sengaja berkunjung untuk mengucapkan terima kasih kepada PP Bahrul Ulum Tambakberas karena bersedia menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 dan Ingin melihat langsung serta memberikan semangat. Gerak cepat yang dilakukan Gus Rozaq dan jajaran ini patut kita apresiasi,” ujar Gus Yahya.
Gus Yahya berpesan agar seluruh pengurus NU di Jombang Kota tetap menjaga semangat khidmah dan kebersamaan sampai hari H Muktamar 27-31 Agustus 2026.
“Jombang ini rumah besar NU. Tuan rumah harus memberi contoh terbaik. Jaga kekompakan, jaga khidmah. InsyaAllah Muktamar ini jadi berkah untuk kita semua,” pesannya.
Sebagai Ketua Umum Yayasan PP Bahrul Ulum, Gus Rozaq menyampaikan komitmen penuh lembaganya.
“PP Bahrul Ulum siap. Siap secara sarana, siap secara personel, dan siap secara spiritual untuk menyukseskan Muktamar Ke-35 NU. Ini kehormatan besar bagi kami, Insyaallah kami akan menjadi tuan rumah yang baik” tegas Gus Rozaq. Ketua Tanfidziyah MWCNU Jombang Kota itu juga melaporkan perkembangan persiapan di Jombang Kota. Mulai dari pendataan 50 personil per ranting, koordinasi 6 venue utama di area Tambakberas, hingga penguatan publikasi.
