IAINUonline – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) angkatan 2022 Institut Agama Islam Nahdlatul Ulaama (IAINU) Tuban menyelenggarakan kegiatan Parenting Education bertema “Putus Rantai Toxic Parenting, Bangun Generasi Sehat Emosional.
Acara digelar Senin, 29 Desember 2025 di KB/RA Hidayatus Sholihin sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pola asuh yang sehat, positif, dan berlandaskan nilai empati, khususnya dalam mendukung perkembangan emosional anak usia dini.
Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, orang tua diajak mengenali berbagai bentuk toxic parenting yang sering kali terjadi tanpa disadari serta dampaknya terhadap kepercayaan diri, regulasi emosi, dan kesehatan mental anak.
Kaprodi PIAUD IAINU Tuban Malikatus Sholihah, menyampaikan bahwa kegiatan parenting education merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Mahasiswa PIAUD tidak hanya dituntut memahami teori perkembangan anak, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata di tengah masyarakat. Parenting education seperti ini menjadi sarana edukasi bagi orang tua agar mampu membangun pola asuh yang lebih sadar, bijak, dan berorientasi pada kesehatan emosional anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KB/RA Hidayatus Sholihin menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan orang tua sangat diperlukan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Orang tua menjadi lebih memahami bahwa pendidikan anak tidak hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana membangun hubungan emosional yang hangat dan aman di rumah,” tuturnya.
Antusiasme juga datang dari para wali murid yang mengikuti kegiatan ini. Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pengasuhan anak di era saat ini.
“Selama ini kami sering menegur atau memarahi anak tanpa sadar dampaknya. Melalui kegiatan ini, kami belajar cara berkomunikasi yang lebih baik dan memahami perasaan anak,” ungkapnya.
Kegiatan Parenting Education ini dikemas secara komunikatif dan dialogis, sehingga orang tua tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman pengasuhan.
Mahasiswa PIAUD berperan sebagai fasilitator yang menjembatani teori pendidikan anak usia dini dengan praktik pengasuhan dalam keluarga.
Melalui kolaborasi antara PIAUD ’22 IAINU Tuban dan KB/RA Hidayatus Sholihin, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam memutus rantai toxic parenting serta membangun generasi yang sehat secara emosional, berakhlak mulia, dan siap tumbuh menjadi pribadi yang seimbang.
