IAINUonline – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menjalin kerjasama dengan Pengadilan Agama (PA) Tuban. Kerjasama itu di antaranya untuk meningkatkan kemampuan atau sumber daya manusia (SDM), khususnya para mahasiswa IAINU Tuban.

MoU atau kesepakatan kerjasama antara Pengadilan Agama Tuban dengan Fakultas Syariah IAINU Tuban itu ditandatangani langsung Dekan Fakultas Syariah IAINU Tuban Nurul Hakim, S.Th.I dengan Ketua PA Tuban. Acara digelar di aula KH.Hasyim Asy’ari IAINU Tuban.

Selain penandatanganan nota kerjassama, juga digelar stadium generale yang disampaikan Ketua PA Tuban Mufi Ahmad Baihaqi. Dia  mengatakan, pihaknya siap membantu meningkatkan SDM di IAINU Tuban. Dia menyebut mahasiswa yang menjalani praktik pengalaman lapangan (PPL) di PA Tuban akan digembleng dengan berbagai materi yang ada di PA. Misalnya terkait dengan bagaimana cara beracara di PA, bagaimana menyusun administrasi bahkan diajari acara menyusun putusan dan sebagainya.

‘’Agar saat selesai PPL mahasiswa ini sudah tahu apa saja yang ada di pengadilan. Sehingga setelah luluh bisa membuka kantor konsultan, advokad atau mendaftar jadi panitera di PA,’’ ujarnya.

Sampai saat ini, masih banyak yang menganggap bahwa peluang kerja lulusan fakultas syariah tidak luas. Sehingga, sampai saat ini minat calon mahasiswa untuk masuk dalam fakultas syariah masih kecil.  Fakultas ini masih kalah dengan fakultas lainnya, misalnya kalau dalam perguruan tinggi keagamaan kalah dengan fakultas tarbiyah atau pendidikan.

‘’Tapi jangan dikira yang minoritas atau yang sedikit itu tidak berkualitas. Justru yang sedikit itu harus mampu menunjukkan kemampuan yang lebih dibanding dengan mahasiswa dari fakultas lain,’’ tambahnya.

Pria yang saat kuliah juga mengambil jurusan syariah ini mengaku, ada banyak peluang kerja bagi lulusan fakultas syariah. Salah satu contohnya adalah dia, yang sejak semula tak pernah berfikir bisa menjadi ketua PA. Bahkan, saat di SMA dia mengambil jurusan fisika yang akrab dengan rumus-sumur.

‘’Kemudian setelah lulus kuliah mendaftar di PA, dan masuk. Di seluruh peradilan agama pegawainya muslim. Dan untuk masuk ada seleksi-seleksi yang juga mensyaratkan pengetahuan agama. Kalau di peradilan agama misalnya untuk seleksi hakim harus cakap mengaji, menghafal alquran minimal juz amma dan surat-surat populer, serta pengetahuan gramatika bahasa arab dan sebagainua.

‘’Karena itu, saat kuliah saya sempat belajar di pesantren untuk belajar ilmu agama, karena sebelumnya saya belum banyak menguasai. Enam tahun saya belajarnya,’’ kata dia.

Ketua PA meminta agar para mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan, menguasai teknologi dan berusaha untuk menjadi mahasiswa yang cakap dan pintar. Dengan menjadi mahasiswa yang pintar akan sangat berguna untuk masa depannya.

‘’Jihadnya mahasiswa adalah berlajar sungguh-sungguh sehingga bisa mengangkat nama baik IAINU. Karena perguruan tinggi mempunyai nama yang bagus kalau kualitas lulusannya bagus,’’ tandasnya.

Sementara Dekan Fakultas Syariah Nurul Hakim, S.Th.I mengatakan, stadium generale itu dihadiri oleh mahasiswa dari program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan prodi Pebankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

‘’Jumlahnya mahasiswanya masih sedikiit, karena itu perlu dibekali dengan kemampuan agar mahasiswa tidak berkecil hati. Karena rerata saat ini PAI  yang menjadi favorit,’’ ujarnya.

Namun, Nurul Hakim yakin bahwa prodi HKI dan Fakultas Syariah akan berkembang dan maju, bahkan bisa mengalahkah fakultas lainnya. Keyakinan itu didasari dengan salah satu ayat Alquran yang menyebutkan bahwa ada golongan kecil yang bisa  mengalahkan golongan besar.

‘’Karena itu, saya yakin HKI akan berkembang, karena awal-awal  islam didakwahkan juga jumlahnya kecil namun kemudian menjadi semakin byk. Begitu juga dengan lulusan HKI yakin  bisa menyaingi lulusan dari fakultas yang lain,’’ katanya.(*)

 

 

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *