IAINUonline – Untuk memeriahkan peringatan Hari Santri 2021, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar beberapa kegiatan. Di antara adalah Sayembara menulis Surat Santri untuk Presiden dan Menteri.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendis Kemenag, H Waryono Abdul Ghafur, mengatakan bahwa sayembara Surat Santri bertujuan untuk memberi kesempatan kepada santri agar mengekspresikan pemikiran dan harapan mereka melalui tulisan tangan yang ditujukan kepada pemimpin negara.

“Surat Santri yang dibuat harus memakai tulisan tangan yang ditujukan khusus kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan atau Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas. Para santri di seluruh Indonesia boleh mengikuti sayembara ini. Tapi harus berusia antara 12-20 tahun,” ujar Waryono di kantornya Jl Lapangan Banteng No. 3-4, Jakarta Pusat belum lama ini.

Waryono meyakini bahwa santri pesantren selama ini mempunyai ide, gagasan, dan harapan yang progresif terhadap bangsa dan negara, terutama kepada pemimpin negara. “Melalui sayembara ini, kami mendorong para santri untuk berani menuliskan uneg-uneg terbaiknya. Semoga pemikiran yang tertuang dalam surat-surat tersebut nantinya dapat berkontribusi demi kemajuan bangsa Indonesia,” harapnya.

Bagi pemenang ada hadiah jutaan yang menanti. Pemenang akan memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp17.000.000 bagi juara pertama, juara kedua Rp10.000.000  dan Rp5.000.000 bagi juara tiga.

Info lebih lanjut tentang syarat dan ketentuan sayembara Surat Santri untuk Presiden dan Menteri, dan sayembara lainnya yaitu Santri Sehari Menjadi Menteri, Selamat Hari Santri, dan VAKSIN (Video Kiai-Santri Indonesia), bisa diunduh melalui tautan https://s.id/SayembaraHariSantri2021.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas merilis logo dan tema Peringatan Hari Santri 2021 di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Sejak Hari Santri ditetapkan pada 2015 oleh Presiden Jokowi, Kemenag terus memperingati Hari Santri dengan tema berbeda-beda. Pada 2016, mengusung tema Dari Pesantren untuk Indonesia. 2017, Wajah Pesantren Wajah Indonesia.

Pada 2018, Bersama Santri Damailah Negeri. Lalu, pada 2019 Hari Santri bertema Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Di 2020, Santri Sehat Indonesia Kuat. Sedangkan untuk tahun 2021 ini, mengusung tema Santri Siaga Jiwa dan Raga.(*)

 

Sumber: www.nu.oi.id

Editor : Sri Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.