IAINUonline – Sampai saat ini masih banyak yang menganggap menjadi petani atau bertani adalah karena keterpaksaan. Petani dinilai sebagai pekerjaan yang membosankan, kuno dan tidak mempunyai masa depan. Padahal,  banyak peluang maju dari sektor pertanian.

Itulah yang disampaikan Wakil Tuban (wabup) Tuban H. Riyadi SH saat memberikan motivasi kepada siswa- siswi jurusan pertanian dan peternakan di  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Singgahan, Kecamatan Singgahan, Kabupatenb Tuban.

Acara yang dikemas dalam sarasehan bersama Wabup Tuban tersebut, dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provisi Jatim Bojonegoro-Tuban  Adi Prayitno, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan M. Amenan, dan perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, serta siswa beserta orang tua.

Acara dilaksanakan secara terpisah di beberapa ruang kelas, dan tersambung melalui zoom meeting, serta melaksanakan protokol kesehatan ketat.

Kang Riyadi sapaan akrab Wabup, mengatakan para siswa maupun orang tua siswa agar bisa mengubah pola pikir dalam bertani. Menjadi petani dan menjalankan konsep  smart farming untuk bisa menopang sumber pangan di masa depan.

“Kita harus buang mindset bahwa bertani adalah sebuah keterpaksaan. Kita harus bisa bertransformasi menjadi petani pintar dan modern,” ujar Wabup.

Kang Riyadi yakin, sebagai lulusan SMK satu-satunya yang memiliki jurusan  pertanian di Kabuten Tuban, siswa- siswi dapat memberikan manfaat dalam pengembangan pertanian, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Tuban.

Dengan luasnya hamparan sawah yang dimiliki Kabupaten Tuban, sudah selayaknya Tuban menjadi lumbung pangan nasional. Untuk itu, regenerasi SDM pertanian harus diciptakan untuk mengelola pertanian baik dari penciptaan teknologi pertanian, agribisnis pertanian, hingga produksi pangan.

Menurut Kang Riyadi menciptakan pekerjaan melalui pertanian atau memaknai petani berdasi  bukan sebuah keniscayaan. Ia berharap  siswa- siswi segera mempraktekan ilmu yang didapat di bangku sekolah, agar bisa menjadi pelopor untuk pertanian modern di Kabupaten Tuban.

“ Tidak usah nunggu lulus. Langsung praktek untuk yang sudah punya sawah, atau beternak. Untuk menjadi pelopor teknologi pertanian dan agribisnis, harus semangat  tidak pantang menyerah,” kata wabup.(*)

 

Penulis/Editor : Sri Wiyono

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.