TINJAU VAKSIN : Bupati Tuban Lindra Meninjau Pelaksanaan Vaksinasi


IAINUonline – Vaksinasi terus digenjot. Gebyar vaksinasi Covid-19 atau program vaksinasi jemput bola dilaksanakan.

Sebanyak 99 tim tenaga kesehatan disebar di 20 kecamatan untuk melakukan pemerataan dan percepatan vaksinasi di Kabupaten Tuban.

Tim nakes diberangkatkan langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE, didampingi Wakil Bupati H. Riyadi, SH, dan Forkopimda, langsung dari halaman Pemkab Tuban, Selasa, 29 Juni 2021.

Mas Bupati mengatakan, saat ini pihaknya menargetkan 20 ribu dosis vaksin per hari. Hal ini menyusul adanya arahan langsung dari Presiden dan Gubernur Jawa Timur yang menargetkan 2 juta vaksin perhari.

“Untuk mencapai target itu, kita sebar 99 tim tersebut untuk menjalankan misi melakukan vaksinasi di seluruh wilayah Kabupaten Tuban meliputi 311 desa dan 17 kelurahan,” terangnya.

Mas Bupati melanjutkan, satu tim terdiri dari tiga tenaga kesehatan, yang ditarget dapat melayani 100 suntikan per titik. Dalam setiap tugasnya, mereka akan didampingi Forkopimka masing-masing.

“Bersinergi itu perlu untuk menyamakan persepsi, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan maksimal,” tegas Mas Bupati.

Proses vaksinasi di setiap kecamatan akan digilir per jam, sehingga tidak akan menimbulkan kerumunan.

“Jadi diatur, misal pukul 07.00 sampai 09.00 wib, dan seterusnya. Jadi, biar nggak berkerumun,” kata Mas Bupati.

Saling bahu membahu untuk percepatan vaksinasi juga dilakukan, seperti berkolaborasi dengan TNI / Polri. Jumlah vaksin yang akan disuntikan hari ini sebanyak 28 ribu 80 dosis. Jika kurang, Polri dan TNI siap untuk membantu.

“Jika nanti stok vaksin Pemkab habis, kita akan minta jatah dari Polres atau Kodim,” tegas Mas Lindra sapaan akrabnya.

Pemkab Tuban juga mempersiapkan seluruh puskesmas di Kabupaten Tuban untuk siap membangun kamar rawat inap. Ini perlu, agar masyarakat yang ada di desa bisa tertangani langsung, tanpa perlu pergi ke Rumah Sakit yang ada di kota.

Sebanyak 33 Puskesmas akan dioptimalkan fungsinya. Pasien dengan gejala ringan hingga sedang, nantinya bisa melakukan isolasi di Puskesmas.

“Untuk kategori berat, baru akan dirawat di Rumah Sakit, sehingga tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit,” jelentrehnya.

Saat ini, kebutuhan ruang isolasi di Kabupaten Tuban cukup tinggi, yaitu 200 tempat tidur. Untuk jumlah perhari ini, tempat tidur ruang isolasi Rumah Sakit telah tersedia 195 tempat tidur dari target 200 tempat tidur.

Untuk ICU, Mas Lindra mengatakan, dari yang semula hanya mampu memenuhi 40 persen dari kebutuhan, saat ini sudah ditingkatkan menjadi 63 persen.

Mas Bupati menekankan, semua harus bersinergi dan berkolaborasi untuk penanganan wabah Covid-19.

Camat dituntut untuk selalu melakukan komunikasi dengan Forkopimka, serta yang paling penting adalah dengan Kepala Desa.

Targetnya, dengan program percepatan vaksinasi berjalan lancar, dalam waktu 1-3 bulan, seluruh masyarakat Kabupaten Tuban sudah tervaksinasi.

Kapolres Tuban AKBP Darman, S.I.K., yang menekankan pada perlunya koordinasi antar sektor, baik Camat, Kapolsek, dan Danramil, hingga ke Kepala Desa.

Kapolres menyebutkan, dengan koordinasi dan komunikasi yang baik di tingkat kecamatan, seluruh anggota Forkopimka akan paham tugas masing-masing, dan bagaimana mekanisme penanganan ketika terjadi kasus positif.

Hal yang sama disampaikan Kemudian, Dandim 0811 Letkol Inf. Villiala Romadhon, S.E., MI. Pol. Menurut Dandim menyampaikan, perlu adanya pengetatan pelaksanaan PPKM Mikro di tingkat desa.

Kepala Desa perlu diberi arahan dan penguatan terkait mekanisme PPKM Mikro dan apa yang harus dilakukan ketika ada kasus positif terjadi di desa mereka

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE., bersama Kapolres Tuban, AKBP Darman S.I.K., juga meninjau pelaksanaan vaksinasi di kecamatan terluar, salah satunya di Kecamatan Jatirogo.

Yang dikunjungi Desa Karang Tengah, Puskesmas Jatirogo, dan Balai Desa Sidomulyo. Pada kesempatan ini, mereka berdialog dan berfoto dengan warga yang mengikuti vaksinasi.

Juga dilakukan peninjauan sarana prasarana kesehatan dan ruang isolasi di RSUD Ali Manshur.

Bupati Lindra mengungkapkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi kali ini. Masyarakat dari berbagai jenjang usia dan latar belakang mengikuti vaksin yang digelar tidak hanya di puskesmas tapi juga balai desa setempat.

“Saya berharap masyarakat Kabupaten Tuban terus mendukung program vaksinasi karena jumlah target akan ditingkatkan,” ungkapnya.

Mas Bupati berpesan, agar masyarakat tidak perlu takut divaksin. Dengan mengikuti vaksinasi akan meningkatkan kekebalan tubuh.

“Vaksinasi tidak ada dampak negatif. Justru meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya.

Pemkab Tuban akan berupaya memaksimalkan program vaksinasi hingga di kecamatan dan desa terluar di wilayahnya. Lokasi-lokasi vaksinasi akan disebarkan dan didekatkan kepada masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau lokasi vaksinasi,” jelasnya.(*)

 

Penulis/editor : Sri Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.