IAINUonline – Kiprah akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA) Tuban kembali mendapat perhatian di tingkat internasional. Salah satu dosennya, Diana Nur Indah P., M.M., berhasil terpilih sebagai peserta dalam The 8th Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS), konferensi akademik internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Jawa Timur.

Keberhasilan dosen Perbanksan Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 9FEBI) UNUMA tersebut menjadi capaian tersendiri bagi UNUMA Tuban. Sebab, Diana menjadi satu-satunya perwakilan dari kampus tersebut yang berhasil lolos seleksi dalam forum akademik yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan cendekiawan Muslim dari berbagai perguruan tinggi.

Proses seleksi AnCoMS ke-8 berlangsung cukup kompetitif. Ratusan karya ilmiah dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) maupun perguruan tinggi negeri turut bersaing untuk mendapatkan kesempatan berpartisipasi. Sejumlah peserta bahkan berasal dari luar Jawa Timur, termasuk Surakarta dan Yogyakarta.

Dari lebih dari 500 pendaftar, panitia akhirnya menetapkan sebanyak 125 peserta terpilih. Di tengah ketatnya persaingan tersebut, Diana Nur Indah P. berhasil menjadi salah satu akademisi yang mendapatkan kesempatan mengikuti konferensi.

AnCoMS sendiri merupakan forum ilmiah internasional yang dirancang sebagai ruang pertemuan sekaligus pertukaran gagasan bagi para akademisi dan peneliti Muslim. Melalui konferensi ini, berbagai persoalan kontemporer dibahas dengan pendekatan keilmuan, penelitian, serta perspektif pemikiran Islam.

Sejumlah isu yang menjadi fokus pembahasan meliputi pendidikan, hukum Islam, tradisi pesantren, persoalan sosial, kearifan lokal, pluralisme hukum, hingga perkembangan pemikiran Islam.

Forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga membuka ruang dialog akademik dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat modern.

Terpilihnya Diana menjadi representasi keterlibatan akademisi UNUMA Tuban dalam pengembangan tradisi keilmuan dan jejaring akademik yang lebih luas. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa dosen dari perguruan tinggi daerah memiliki peluang untuk berkompetisi dan mengambil bagian dalam forum ilmiah berskala internasional.

Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika UNUMA Tuban untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian, memperluas publikasi ilmiah, serta berkontribusi dalam pengembangan pemikiran Islam yang relevan dengan dinamika zaman.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *