IAINUonline – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menggelar Yudisium untuk periode genap tahun akademik 2025/2026, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang digelar di aula KH. Hasyim Asy’ari kampus IAINU Tuban ini diikuti sekitar 211 mahasiswa.
Mereka terdiri dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) 90 orang, prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 25 orang dan prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 56 orang yang berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Kemudian dari Fakultas Syariah prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) 10 orang berhak menyandang gelar Sarjana Hukum (SH), Fakultas Dakwah prodi Manajemen Dakwah (MD) 10 orang berhak menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos), dan Fakults Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) prodi Perbankan Syariah (PS) 20 orang berhak menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE).
Yudisium dirangkai dengan penyerahan penghargaraan pada mahasiswa berprestasi dengan IPK tertinggi dari masing-masing fakultas. Juga ada penyeraan infaq dari mahasiswa kepada takmir masjid Darul Ilmi komplkes Kampus IAINU Tuban di akhir acara.
Para mahasiswa yang dinyatakan lulus dibacakan oleh Dekan dari fakultas masing-masing, yakni Dekan Fakultas Tarbiyah Moh Mundzir, SE.MA, Dekan FEBI Dian Rustyawai, S.T., M.MPd, Dekan Fakultas Syariah Yudi Ariyanto, S.Sy., M.H.I dan Dekan Fakultas Dakwah Emi Fahrudi, S.Psi., M.M. Sedang sambutan dari mahasiswa peserta yudisium diwakili Tri Noviani Agustina.
Selain para mahasiswa yang mengikuti Yudisium, hadir dalam kesempatan ini Ketua Senat IAINU Tuban, KH.Fathul Amin, M.Pd para Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi para dosen dan undangan lainnya. Yudisium diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Dr. Ulfa Hayati Muzayanah, S.Ag., M.Ag. pengawas madrasah berprestasi asal Kabupaten Tuban yang juga Pengawas Sekolah Ahli Utama tingkat nasional.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Jamal Ghofir, S.Sos.I, M.A mewakili Rektor IAINU Tuban Prof. Dr. Syamsul Huda, S.Fil.I mengucapkan selamat pada seluruh mahasiswa yang menjalani Yudisium. Setelah ini mereka akan diwisuda dan setelahnya akan kembali ke tengah masyarakat dengan gelar yang disandang.
Jamal berharap berharap, para lulusan IAINU Tuban ini bisa memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Yudisium bukan sekadar pengumuman kelulusan, tapi gebang memasuki kehidupan baru, dan para lulusan punya tanggungjawa yang lebih besar saat kembali ke masyarakat.
‘’Ilmu adalah cahaya untuk menuntun langkah ke depan,maka jadikan ilmu untuk mengkaji kehidupan. Jangan berhenti belajar, karena ilmu adalah jalan panjang yang tak pernah usai,’’ ujarnya.
Bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya, bisa gabung pasca sarjana di Fakultas Tarbiyah PAI di IAINU Tuban yang sudah berubah bentuk menjadi UNUMA, sehingga tidak harus kuliah jauh-jauh.
’’Semoga ilmu kalian bisa menjadi bekal untukmembanunmastrkat y beradal, berilmu dan berakhak mulia,’’ katanya.
Sementara di awal orasi ilmiahnya Dr.Hj Ulfa Hayati Muzayanah S.Ag, M.Ag menegaskan, berbahagialah dan berbanggalah yang mendapat nilai pujian, yang lulus tepat waktu. Tetapi bukan hanya itu, untuk mengarungi kehidupan, untuk berkiprah di masyarakat tidak hanya nilai tinggi dan cepat lulus yang dibutuhkan.
‘’Tapi bagimana Anda punya keahlian tertentu yang bisa disaingkan dengan yang lain,’’ ucapnya.
Karena itu, lanjutnya, beberapa kompetensi perlu dimiliki. Potensi tersebut ; pertama hafidzun ‘alim, jadi tidak hanya alim saja, tidak hanya punya ilmu saja, tapi jadi seorang yang hafidz, seorang yang mampu menjaga ilmu, sehinga ilmunya bisa bermanfaat, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain.
‘’Di luar sana berapa banyak orang yang tidak bisa mencapai pendikian sampai sarjana. Mereka yang menunggu bagaimana Anda berkiprah di masyarakat,’’ lanjutnya.
Wisudawan kata dia, sudah punya ilmu karena sudah belajar, learning to now sudah lewat, tapi ada learning to do, harus memraktekkan ilmu yang sudah didapat juga ada learning to be, belajar untuk menjadi menusia seutuhnya. Ini yang ada di UU di Indoneisa, bahwa pendidikan itu untuk membentuk manusia seutuhnya.
‘’Jadi bukan hanya raganya yang belajar, tapi jiwanya juga harus ikut belajar, lalu learning to live together, bagaimana anda hidup bisa berdampingan dengan orang lain, kalau sudah bisa seperti itu maka Anda memcapai keprofesionalan dalam ilmu Anda,’’ bebernya.
Yang kedua harus visioner dan berakhlakul karimah. Pada 2045 nanti masuk generasi emas. Para lulusan ini termasuk dalm generasi emas tersebut. Kemampuan apa yang sudah dimiliki dalam generasi emas itu, maka harus punya target diri, harus punya visi. Karena orang yang punya visi akan berusaha mencapai visi itu.
‘’Karena banyak mahasiswa yang tidak punya visi, kuliah asal-asalan, yang penting lulus, orang yang punya visi akan berusaha untuk mencpai, maka harus punya visi, menjadi orang yang visioner dan berakhlauk karimah,’’ pesannya.
Lalu yang ketiga adalah mampu mengintegrasikan nilai-nilai agma dengan teknologi. Tidak perlu alergi dengan teknologi. Karena teknologi adalah mitra dalam mengajar, berdakwah, dan bahkan melakukan bisnis islam, zaman terus berubah, tapi iman dan ilmu terus beriringan dalam mengarungi dunia pendidikian.
‘’Lulusan IAINU mempunyai nilai tersendiri, karena tidak gaptek, menerima teknologi tapi punya filter agama, sehingga tidak akan terbawa arus perkembangan jaman, karena bisa memfilter mana yang sesuai atau tidak dengan agama,’’ tandasnya.
Lulusan juga harus punya kompetensi kolaborasi, bukan hanya dengan orang-orang di sekitar, tapi mencari mentor, karena untuk sukses harus mencari mentor.
‘’Saya saat S3 juga menceri mentor yang bisa saya tanya, sehingga bisa lulus paling cepat dan lulus terbaik. Bukan hanya punya jairngan, tapi butuh mentor, untuk sukses tidak bisa sendirian, tapi butuh kolaborasi dengan orang lain untuk diajak maju bersama,’’ tegasnya.
DAFTAR IPK TERBAIK :
Fakultas Tarbiyah
PAI :
1.Mila Nur Aviah IPK 3,82
2.Kholifatun Nisa IPK 3,80
3.Ulfi Farihah IPK 3,80
PGMI :
1.Sri Lestari IPK, 3,82
2.Rissilir Hana IPK 3,81
3.Siswandi IPK 3,80
PIAUD :
1.Siti Aminah IPK 3,86
2.Dian Marisa Ulfa Lia IPK 3,84
- Anikmah IPK 3,84
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Perbankan Syariah
1.Sollaini IPK 3,85
2.Dzurotun Khanifah Muslim IPK 3,83
3.Warda Syukria IPK 3,79
Fakultas Syariah
Hukum Keluarga Islam
1.Fajrul Falach Amrullah IPK 3,84
2.Maulida Fatin Nabilla IPK 3,84
3.Nur Patin IPK 3,83
Fakultas Dakwah
Manajemen Dakwah
1.Dwi Aurillia Putri IPK 3,80
2.Devi Zulia Fatma 3,79
3.Hafsah Al Faidah 3,78


