Oleh Ahmad Ainun Najib, S.Sos., M.A

Manusia tidak lepas dari permasalahan yang dihadapinya. Berkembang pesatnya teknologi menjadikan kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan seperti sekarang ini. Banyak orang merasa terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka kehilangan kedamaian batin dan kebahagiaan sejati.

Pikiran yang melayang ke masa lalu atau khawatir tentang masa depan seringkali mengganggu kualitas hidup kita yang berdampak pada psikologis seseorang. Di sinilah konsep mindfulness atau kesadaran penuh muncul sebagai jalan menuju kebahagiaan yang lebih stabil dan bermakna.

Konsep mindfulness ada dalam dunia islam mindfulness dalam islam adalah melembutkan hati dengan mengingat-Nya mensyukuri sepenuhnya keberadaan diri sebagai hamba-Nya, (jarman-2023). Dalam agama Budha  bisa dikatakan orang yang penuh semangat, selalu sadar, murni dalam perbuatan, memiliki pengendalian diri, hidup sesuai dengan Dhamma dan selalu waspada, maka kebahagiaan akan bertambah”. (Dhammapada, Bab II: Appamada Vagga, 24) Namun secara umum mindfulness adalah suatu bentuk perhatian penuh dan sadar pada momen saat ini, tanpa penilaian. Ini adalah seni untuk hadir sepenuhnya dalam setiap pengalaman yang kita jalani—apakah itu saat berbicara dengan orang lain, makan, bekerja, atau bahkan sekadar berjalan kaki. Mindfulness mengajak kita untuk fokus pada apa yang sedang kita rasakan, pikirkan, dan alami saat ini, tanpa distraksi atau penilaian negatif.

Secara sederhana, mindfulness berarti “berada di sini dan sekarang”. Ketika kita menjalani hidup dengan penuh perhatian dan kesadaran, kita belajar untuk menghargai momen-momen kecil yang sering kita abaikan dalam rutinitas sehari-hari.

Stres adalah salah satu penyebab utama ketidakbahagiaan dalam hidup. Ketika kita terjebak dalam pikiran tentang apa yang akan terjadi atau merasa tertekan dengan banyaknya hal yang harus dilakukan, kita sering kali kehilangan kemampuan untuk menikmati kehidupan.

Dengan mindfulness, kita dapat lebih mudah mengelola stres dan kecemasan dengan fokus pada apa yang dapat kita kendalikan saat ini. Praktik meditasi mindfulness terbukti dapat mengurangi aktivitas otak yang berkaitan dengan stres, sehingga kita menjadi lebih tenang dan lebih terhubung dengan diri kita sendiri.

Melalui mindfulness, kita belajar untuk mengenali dan menerima perasaan kita tanpa menghakimi atau menekan emosi tersebut. Dengan demikian, kita tidak lagi terjebak dalam pola pikir negatif atau kebiasaan buruk seperti overthinking. Menyadari perasaan dengan penuh perhatian memberi kita ruang untuk meresponsnya dengan cara yang lebih sehat, meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan.

Kebahagiaan seringkali datang dari hubungan yang sehat dan bermakna dengan orang lain. Mindfulness dapat meningkatkan kualitas hubungan interpersonal kita. Ketika kita hadir sepenuhnya dalam percakapan atau interaksi dengan orang lain, kita lebih mampu mendengarkan dengan empati, memahami perasaan mereka, dan merespons dengan cara yang penuh perhatian.

Ini dapat mempererat hubungan, mengurangi konflik, dan meningkatkan kebahagiaan dalam hubungan sosial. Dengan praktik mindfulness, kita dapat lebih memahami diri kita sendiri, termasuk pola pikir, perasaan, dan kebiasaan kita.

Ini membantu kita untuk menjadi lebih sadar akan apa yang sebenarnya kita butuhkan untuk merasa bahagia dan puas. Ketika kita tahu apa yang kita inginkan dan apa yang tidak kita inginkan, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam hidup kita.

Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang datang dari pencapaian eksternal atau benda material. Sebaliknya, kebahagiaan sejati datang dari rasa puas dan bersyukur atas apa yang ada saat ini. Mindfulness membantu kita untuk menghargai hal-hal sederhana dalam hidup dan menjadikan setiap momen sebagai sumber kebahagiaan.

Bagaimana Memulai Praktik Mindfulness?

Meditasi Singkat: Cobalah meluangkan waktu 5-10 menit setiap hari untuk meditasi. Duduk dengan nyaman, fokus pada napas, dan perhatikan setiap tarikan dan hembusan napas. Ketika pikiran Anda melayang, bawa kembali perhatian Anda ke napas dengan lembut.

Mindful Breathing (Pernapasan Sadar): Setiap kali Anda merasa cemas atau tertekan, berhentilah sejenak dan fokuskan perhatian pada pernapasan Anda. Tarik napas dalam-dalam, tahan sejenak, lalu hembuskan perlahan. Lakukan ini beberapa kali untuk menenangkan pikiran.

Makan dengan Kesadaran: Alih-alih makan dengan tergesa-gesa, coba makan dengan penuh perhatian. Rasakan tekstur, rasa, dan aroma makanan. Ini tidak hanya membuat Anda lebih menikmati makanan, tetapi juga membantu memperbaiki hubungan Anda dengan makanan.

Berjalan dengan Kesadaran: Luangkan waktu untuk berjalan tanpa tujuan tertentu, hanya untuk merasakan setiap langkah yang Anda ambil. Perhatikan perasaan tubuh Anda saat berjalan dan lingkungan sekitar Anda.

Melatih Kesabaran dan Penerimaan: Praktikkan mindfulness dengan menerima setiap perasaan dan pengalaman yang datang tanpa berusaha mengubahnya. Ini membantu Anda untuk menjadi lebih sabar dan lebih terbuka terhadap kenyataan hidup.

Mindfulness sebagai alat  penolong  individu  untuk mengubah cara kita merespons kehidupan dan meningkatkan kebahagiaan kita. Dengan hadir sepenuhnya dalam setiap momen dan menerima apa adanya, kita dapat mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan menemukan kebahagiaan yang lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring waktu, kebiasaan mindfulness ini bisa menjadi jalan menuju kedamaian batin dan kebahagiaan sejati, yang tidak bergantung pada faktor eksternal, tetapi muncul dari dalam diri kita sendiri.(*)

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *