Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Mata Kuliah Tafsir Al-Qur’an secara daring bersama narasumber Dr. Umniyyatul Labibah, M.HI, dosen STIQ Mojokerto, pada 15 Maret 2023.
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa PAI dari berbagai angkatan, dengan platform daring yang memungkinkan partisipasi aktif, interaktif, dan fleksibel di tengah dinamika pembelajaran jarak jauh.
Dalam kuliah tamu ini, Dr. Umniyyatul Labibah membawakan tema tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan tematik (maudhu’i), khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an. Beliau memaparkan bagaimana metode tafsir tematik dapat menjadi alat efektif dalam mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual dan relevan dengan isu-isu kontemporer.
“Tafsir tematik memberikan jalan untuk memahami pesan Al-Qur’an secara lebih terarah dan integratif, terutama dalam menjawab tantangan dunia pendidikan hari ini,” terang beliau dalam pemaparannya.
Selain aspek metodologis, narasumber juga menyoroti pentingnya membangun spiritualitas intelektual dalam menafsirkan Al-Qur’an. Tidak hanya sekadar memahami teks, tetapi juga bagaimana nilai-nilainya bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh calon pendidik Islam.
Para mahasiswa sangat aktif dalam sesi tanya jawab, mengangkat berbagai pertanyaan seputar metode tafsir, validitas sumber, hingga relevansi nilai-nilai Al-Qur’an dalam konteks pembelajaran abad 21.
Dosen pengampu mata kuliah Tafsir Al-Qur’an, [Nama Dosen], menyampaikan bahwa kuliah tamu ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman akademik para ahli tafsir.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi PAI dalam mendekatkan mahasiswa pada realitas keilmuan tafsir yang hidup dan berkembang, serta memotivasi mereka untuk terus menggali dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses pendidikan.
Dengan kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih dalam dan kontekstual terhadap Al-Qur’an, serta mampu menjadikannya sebagai landasan dalam pengembangan karakter dan visi pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
