DIBATASI : Keluarga yang Menjemput Jemaah Haji DIbatasi


IAINUonline – Pandemi Covid-19 belum berakhir, karena itu Covid masih mengintai. Sehingga, dibutuhkan antisipasi khusus agar covid tak lagi menyebar. Termasuk antisipasi kerumunan saat menjemput jemaah haji yang baru pulang dari tanah suci.

Jemaah haji asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang masuk dalam rombongan kelompok terbang (keloter) 1 dan 1 dijadwalkan tiba kembali ke Bumi Wali hari Minggu (17/7/2022) besok.

Sebagaimana yang terjadi tahun-tahun sebelumnya, setiap penjemputan jemaah haji terjadi kerumunan yang luar biasa. Ribuan orang bergerombol menyambut kedatangan para tamu Allah itu. Padahal kerumuman rentan dengan penyeberan covid.

Data Jumat Selasa (15/07/2022) di Kemenkes RI, ada penambahan kasus 3.532 kasus konfirmasi baru. Sehingga antisipasi sangat dibutuhkan agar covid tak menyebar lebih banyak lagi.

“Akan ada dua titik berpotensi dalam penyebaran Covid-19. Pertama, saat penjemputan jemaah haji oleh keluarga maupun kerabat. Kedua, nanti waktu pulang, juga sudah menjadi tradisi kerabat dan saudara jemaah akan berdatangan dan berinteraksi,” ujar Plh Dir Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI Susari saat disiarkan dari Kantor Kemenkominfo RI Jakarta.

Susari menggambarkan, andai kata satu orang dijemput 2-3 mobil, satu mobil berisi 4-5 orang, bisa dibayangkan berapa orang yang akan berkerumun saat penjemputan jamaah haji itu. Dan hal itu yang lazim terjadi.

“Ini harus kami sosialisasikan dan edukasi supaya mereka tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes),” lanjutnya.

Susari juga menegaskan, apabila ditemukan gejala Covid-19 pada jamaah haji, maka keluarga yang bersangkutan dianjurkan untuk tidak mengunjungi dulu jemaah haji tersebut.

“Tunggu sampai kondisi jemaah dinyatakan sudah negatif, sebelum dikunjungi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Yudhi Pramono mengatakan, Kemenkes sudah menyiapkan posko kesehatan di setiap bandara kepulangan jamaah haji Indonesia. Kemenkes juga sudah menyiapkan ambulans dan rumah sakit bila ditemukan jamaah haji dalam keadaan darurat kesehatan.

Selain itu, di asrama haji juga disiapkan tim untuk memeriksa jamaah haji yang baru datang. Jadi, mereka akan melakukan screening secara menyeluruh, sebelum pulang ke daerahnya masing-masing.

“Apabila ditemukan gejala-gejala Covid-19, maka akan diperiksa lanjutan yakni antigen atau PCR. Apabila ditemukan reaksi ringan, maka akan diisolasi oleh Satgas Covid daerah. Apabila ditemukan reaksi berat, maka akan dilarikan ke rumah sakit yang telah ditetapkan,” kata dia.

Yudhi melanjutkan, setelah memeriksa kesehatan di asrama haji embarkasi kepulangan, jamaah haji akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan yang berisi data-data mengenai kesehatan mereka.

“Kartu ini dapat dipergunakan untuk memeriksa di puskesmas atau rujukan ke rumah sakit,” tandasnya.

embatasan juga akan berlaku di Kabupaten Tuban. Panitia telah membuat mekanisme, bagi keluarga jamaah yang akan menjemput. Pertama lokasi yang titik henti bus pembawa jamaah akan disterilkan terlebih dulu.

“Jadi keluarga tidak boleh ada yang masuk dulu. Diperbolehkan masuk jika memang jarak bus yang datang telah mendekati lokasi,” terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Ashabul Yamin.

Kedua, hanya satu sampai dua orang aja yang diperkenankan masuk. Itu pun harus dilengkapi dengan memakai ID Card yang telah diberikan sebelumnya dari panitia.

“Kami batasi agar tidak ada kerumunan. Itu pun hanya untuk membantu membawakan koper dan barang lainnya,” ucapnya.

Sekadar diketahui, jemaah haji Tuban direncanakan akan sampai di tanah kelahirannya pada Minggu (17/07/2022). Jemaah yang datang, baik kloter 1 maupun 2. Mereka hanya berbeda waktu saja.

Jemaah diangkut dengan 14 armada bus. Rinciannya, 10 bus untuk kloter 1 yang diperkirakan sampai Tuban 12.55 WIB dan kloter dua dengan 4 bus tiba pada pukul 17.55 WIB.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.