WISUDA : Rektor IAINU Tuban Akhamd Zaini Memwisuda Lulusan Kedua IAINU Tuban


IAINUonline – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menggelar wisuda sarjana strata 1 (S1) untuk lulusannya, Selasa (30/11/2021) di halaman kantor rektorat. Sebanyak 261 lulusan, sebanyak 257 diwisuda dalam wisuda kedua sejak berubah menjadi IAINU Tuban ini.

Di antaranya 217 lulusan dari program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), 16 lulusan dari prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan 24 lulusan dari prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Sebelumnya, para lulusan ini sudah melaksanakan yudisium pada September lalu.

Wisuda yang dipimpin langsung Rektor IAINU Tuban Akhmad Zaini, S.Ag, M.Si itu dihadiri oleh para dosen, dekan dan civitas akademika IAINU Tuban. Rais Syuriah PCNU Tuban, KH Cholilurrohman juga hadir langsung bersama sejumlah petinggi NU Tuban lainnya.

Dari Koordinaor Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) wilayah IV Surabaya hadir DR. Sirojul Arifin S.Ag. S.S M.EI. Sedangkan orasi ilmiah diisi oleh DR.KH Reza Ahmad Zahid, Lc, M.A, Rektor IAI Tribakti Lirboyo sekaligus pengasuh pondok pesantren Almahrusiyah Lirboyo, Kediri. Cendekiawan muda NU tersebut saat ini juga menjadi salah satu Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Kepada para lulusan yang telah diwisuda, Rektor IAINU berpesan agar terus mengamalkan ilmunya di masyarakat. Menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat serta terus berusaha berkontribusi baik.

‘’Harus punya mental memberi, jangan biasakan bermental meminta, sehingga hidupya bergantung dari pemberian orang lain,’’ ujar Zaini.

Dengan ilmu yang dimiliki, mahasiswa atau lulusan IAINU harus bisa menjadi solusi atas persoalan yang ada di masyarakat. Sehingga keberadaan lulusan IAINU benar-benar membawa manfaat dan menjadi berkah bagi lingkungannya.

AMALKAN ILMU : Para Wisudaran Diminta Terus Mengamalkan Ilmunya

Sementara, Gus Reza, panggilan akrab KH Reza Ahmad Zahid menyebutkan, bahwa lulusan dari IAINU Tuban sebagai perguruan tinggi yang berbasis agama mempunyai nilai lebih. Karena itu, harus benar-benar mencerminkan generas muda islam yang cerdas dan agamanya baik.

IAINU sebagai perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang bernaung di bawah NU, bukan hanya sebagai lembaga pencetak sarjana. Namun, ada nilai ibadah dan barokah ketika berada di lingkungan perguruan tinggi yang berada di Jalan Manunggal Tuban tersebut.

‘’Karena itu, harus ada niat dobel ketika mengabdi di IAINU Tuban, yakni niat bekerja dan berkhidmat. Sehingga ketika menerima gaji ada keberkahan di sana,’’ sebutnya.

Pria lulusan Yaman ini mengingatkan, ketika bekerja di IAINU bukan sekadar bekerja, namun juga berkhidmat pada NU, maka ada resiko atau konsekuensi yang harus diterima.Yakni misalnya gaji dibayarkan tidak sesuai dengan tanggal gajian yang sudah ditetapkan juga harus sabar dan tidak mengeluh.

‘’Jadi, niat dobel ini harus ditanamkan dalam diri masing-masing. Nilai-nilai khidmat yang ikhlas itulah yang diajarkan dan dilakukan oleh para pendahulu kita,’’ terangnya.

Selain pada para dosen dan karyawan IAINU Tuban, pesan berkhidmat dengan ikhlas itu juga diberikan pada para wisudawan. Mereka harus tahu dan faham azas basis khidmat yang dilakukan pada pendahulu, dan para wisudawan serta lainnya wajib mengikuti.

‘’Prinsip-prinsip ikhlas itu yang harus diikuti,’’ katanya.

Para lulusan IAINU Tuban adalah generasi penerus yang pintar. Karena kalau ingin maju maka generasinya harus memahami dan menguasai ilmu pengetahuan atau pintar. KH Hasyim Asy’ari pendiri NU, kata Gus Reza, dalam kitab Adabul Ta’limu Muta’alim dawuh bahwa tidak ada kebagusan dari sebuah umat atau masyarakat kalau generasi mudanya bodoh. Juga tidak keutamaan sebuah masyarakat atau negara jika generasi mudanya tak berilmut.

‘’Maqolah Mbah Kiai Hasyim Asy’ari ini harus kita pegang betul. Bahwa generasi penerus kita harus cerdas dan pintar. Negara Singapura menerapkan betul maqolah ini, sehingga di sana penguasaan ilmu pengetahuan pada generasinya sangat diperhatikan,’’ ungkapnya.

Meski demikian, lanjut Gus Reza, warga NU tetap harus percaya diri karena di NU hampir semuanya ada. Di bidang ekonomi ada LPNU,  bidang sekolah dan keguruan ada LP Ma’arif, untuk para pemuda ada Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU dan lainnya.

Semua lembaga dan banom yang ada di NU tersebut harus terus dikembangkan dan didorong untuk mencetak kader-kader mumpuni untuk memajukan NU serta bangsa dan negara.(*)

 

Penulis/Editor : Sri Wiyono

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.