IAINUonline – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban sedang menjajaki kerjasama pengembangan pendidikan dengan Universitas Islam Malang (Unisma). Ada banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Peluang kerjasama di banyak bidang itu diungkap Dr. H. Nur Fajar Arief, M.Pd Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Pogram Pasca Sarjana Unisma Malang saat berkunjung ke IAINU Tuban, Sabtu (28/8/2021).

Fajar Arief membawa serta rombongan yang di antaranya adalah Prof DR. KH Djunaidi Ghoni, guru besar pendidikan agama islam (PAI) Unisma, sekaligus ketua program studi doktoral PAI. Selain itu ada DR. A. Tabrani M.Pd dari prodi S2 Bahasa Indonesia dan Muhibbin dari prodi S2 ilmu hukum.

‘’Kami bertujuh datang ke IAINU Tuban ini. Kami memang menggalang kerjasama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi NU untuk pengembangan pendidikan,’’ ujar Fajar Arief.

Fajar Arief mengatakan, di Unisma ada banyak program pascasarjana. Juga ada bentuk program studi lanjut di S2 dan S3. IAINU karena sudah institut, maka ada banyak bidang yang kemungkinan bisa dikerjasamakan. Salah satunya melanjutkan pendidikan ke S3 bagi para dosen di IAINU.

‘’Ada 11 prodi S2 di Unisma, silakan nanti ditindaklanjuti kerjasamanya dengan menandatangani MoU dan sebagainya,’’ tambah dia.

Dalam pengembangan pendidikan, kerjasama bisa dilakukan di banyak bidang. Salah satunya adalah di perpustakaan. Unisma, kata Fajar Arief baru saja punya perpustakaan digital yang canggih. Perpustakaan senilai Rp 12 miliar itu memungkinkan mahasiswa mengakses buku apa saja yang ada dalam katalog perpustakaan secara virtual.

‘’Nanti bisa kerjasama. Kita sambungkan perpustakaan digital kami dengan perpustakaan IAINU Tuban. Sehingga, mahasiswa di sini juga bisa mengakses buku-buku di perpustakaan digital kami. Tidak usah menyediakan server, karena server sudah ada di tempat kami,’’ katanya.

Sementara, Rektor IAINU Tuban Akhmad Zaini, S.Ag, M.Si menyambut baik tawaran tersebut. Di IAINU banyak dosen yang belum S3, hanya pihak kampus, sementara ini tidak bisa menginjinkan semua dosennya untuk menempuh kuliah lagi di S3.

‘’Harus gantian, karena SDM kita sedikit. Kalau semua kuliah S3 nanti repot,’’ jelasnya.

Menurut Zaini, terkait kerjasama ini akan dibicarakan lebih lanjut. Pada intinya, kerjasama dengan kampus seperti Unisma tersebut sangat strategis. Karena itu, diperlukan tindaklanjut pembicaraan untuk mengonkretkan bentuk kerjasamanya nanti seperti apa.

‘’Gambaran kerjasama sudah dijelaskan, tinggal bagaimana nanti menindaklanjutinya,’’ kata Zaini.(*)

 

Penulis/editor : Sri Wiyono

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.