Pada Jumat, 06 Mei 2022, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyelenggarakan kuliah tamu daring untuk mata kuliah Psikologi, dengan menghadirkan narasumber kompeten, Dr. Muzdalifah, M.Psi, dosen Psikologi Islam dari IAIN Kudus. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PAI semester genap tahun akademik 2021/2022 secara aktif dan antusias melalui platform virtual.

Dengan mengangkat tema “Integrasi Psikologi dan Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Peserta Didik”, kuliah ini membahas keterkaitan erat antara pemahaman psikologi dengan keberhasilan proses pendidikan, khususnya dalam konteks pembelajaran PAI di lembaga pendidikan formal.

Dalam pemaparannya, Dr. Muzdalifah menjelaskan pentingnya pemahaman psikologi perkembangan, motivasi belajar, serta dinamika emosi dan kepribadian peserta didik agar guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan menyenangkan.

“Psikologi bukan sekadar ilmu perilaku, tetapi merupakan jembatan untuk memahami potensi, kebutuhan, dan keunikan setiap anak dalam proses pendidikan,” ujar beliau.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya pendekatan holistik yang memadukan aspek spiritual dan emosional dalam pendidikan Islam. Guru PAI, menurutnya, harus mampu menjadi figur yang memahami kondisi psikologis siswa, sekaligus menjadi teladan dalam akhlak dan nilai keagamaan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan psikologis dalam pembelajaran era digital, manajemen stres belajar siswa, dan pendekatan psikologi Islam dalam membentuk karakter mulia.

Dosen pengampu mata kuliah Psikologi, Dr. Sholikah, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kontribusi narasumber dan menyatakan bahwa kegiatan ini memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya dalam memahami peran psikologi dalam dunia pendidikan Islam secara nyata dan kontekstual.

Kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen Prodi PAI untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan aplikatif, dengan menghadirkan narasumber dari luar kampus yang memiliki keahlian dan pengalaman profesional di bidangnya.

Dengan terlaksananya kuliah ini, diharapkan mahasiswa semakin memiliki bekal pengetahuan psikologis yang kuat, sehingga mampu menjadi pendidik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga sensitif terhadap kondisi psikologis peserta didik.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *