Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu untuk memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya dalam mata kuliah Tafsir. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 18 Desember 2021, dengan menghadirkan narasumber akademisi sekaligus pakar tafsir dari IAIN Gorontalo, Dr. Dikson T. Yasin.
Dengan tema “Menafsir Ayat-Ayat Sosial: Relevansi al-Qur’an dalam Kehidupan Modern”, Dr. Dikson memaparkan pentingnya pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Beliau menekankan bahwa al-Qur’an tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (habl min Allah), tetapi juga memberi perhatian besar terhadap hubungan antarsesama manusia (habl min al-nas).
“Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang membumi. Ia berbicara tentang keadilan sosial, empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Untuk itu, kita harus mampu menafsirkannya dalam konteks kekinian,” terang Dr. Dikson dalam kuliahnya.
Dalam sesi tersebut, beliau mengulas beberapa ayat yang membahas isu sosial seperti keadilan, kemiskinan, solidaritas, dan keberagaman, serta bagaimana ayat-ayat tersebut ditafsirkan oleh mufassir klasik dan kontemporer. Beliau juga mendorong mahasiswa agar memiliki kepekaan sosial dalam setiap kajian keislaman, khususnya saat membaca dan memahami tafsir.
Kuliah tamu ini berlangsung secara interaktif, dengan mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan menafsirkan ayat sosial dalam realitas masyarakat modern yang kompleks. Diskusi pun mengalir pada tema relevansi tafsir dalam pendidikan karakter, dakwah sosial, dan pengembangan kurikulum PAI yang humanis.
Dosen pengampu mata kuliah Tafsir, Hibrul Umam, mengungkapkan bahwa kehadiran Dr. Dikson memberikan warna baru dalam proses pembelajaran. Beliau berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan sebagai upaya membekali mahasiswa dengan perspektif tafsir yang luas dan aplikatif.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tafsir tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga kontekstual—mampu mengaitkan nilai-nilai al-Qur’an dengan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Dengan kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi pendidik dan cendekiawan Islam yang responsif terhadap persoalan umat.
