IAINUonline – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban mulai mempersiapkan pembelajaran semester tahun ini. Bukan hanya pembelajaran di program S1, namun juga persiapan pembelaran di program magister (S2) program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Semua persiapan dipaparkan dalam rapat persiapan awal semester yang digelar di aula KH.Hasyim Asy’ri kampus IAINU Tuban. Acara yang dipimpin langsung Rektor IAINU Tuban Prof.Dr. M.Syamsul Huda itu juga dirangkai dengan sosialisasi aplikasi sistem kepegawaian (Simpeg) dan pembinaan dosen.

Rapat diikuti oleh seluruh pimpinan, dekan, kaprodi dan para dosen. Ketua BPP IAINU Tuban KH.Miftahul Asror dan Ketua Senat KH, Fathul Amin juga hadir dalam rapat tersebut.

Dalam pembukaan rapat Prof Syamsul Huda menyampaikan bahwa persoalan-persoalan yang ada di IAINU Tuban menjadi tanggungjawab bersama. Karena ibarat kalau ada roda yang tidak berputar baik akan berefek pada semua penumpang.

‘’Alhamdulillah ada perkembangan-perkembangan di IAINU Tuban. Kita bisa membuka prodi PAI S2, dan prodi PAI juga berkategori unggul. Selain itu, IAINU Tuban nomor 10 di LPTNU, dan salah satu terbaik di Tuban. Ini karena dedikasi dan kerja keras semuanya,’’ ujarnya.

Prestasi itu, lanjutnya, juga menjadi tantangan. Karena itu harus terus menjaga dan meningkatkan pretasi. Salah satunya para dosen untuk rajin menulis dan mempublikasikan. Sebab, hal itu bisa meningankat nama IAINU Tuban. Di IAINU Tuban ada kebijakan satu hari satu opini, dan satu  dosen satu  jurnal per semester.

‘’Perguruan tinggi bukan hanya teacher learning,  tapi harus ada riset-riset dan pengembangan, termasuk ekonomi dan pemberdayaan,’’ tambahnya.

Rektor juga mendorong para dosen untuk mengejar guru besar. Salah satu syaratnya dengan menerbitkan minimal 8 jurnal setahun, juga ada juga ada karya internasional.

‘’Maka harus diubah strateginya, dari sekadar teacher learning, lalu and engagemet and bisnis.  Banyak potensi yang bisa digarap misalnya pengelolaan hasil laut dan sebagainya. Mari bersama-sama kita lakukan,’’ ajaknya.

Di manajemen kampus, lanjut Prof Syamsul, sudah dimulai dari perencanaan keuangan. Bagaimana anggaran yang ada tidak habis hanya untuk gaji saja. Tapi pengembangan jalan dan pengabdian juga jalan. Yang sudah lulus S3 didorong untuk terus maju sampai guru besar.  Kemudian yang sedang kuliah S3 juga dibantu bukan hanya SPP nya, tapi juga dibantu soal riset dan lainnya.

‘’Riset dan pengabdian harus menjadi bagian kekuatan, kualifikasi dan kompetensinya akan digarap,’’ tegasnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Supriyanto mengingatkan bahwa ada kewajiban satu dosen dan karyawan membawa minimal satu mahasiswa baru. Selain itu, dia juga mengingatkan persiapan pembelajaran di semester dilakukan sebaik mungkin. Saat ini, pembelajaran di IAINU Tuban diupayakan menyesuaikan teknologi, salah satunya dengan adanya perangkat LCD di kelas-kelas.

‘’Ini harus dijaga dengan baik,’’ pesannya.

Sedangkan KH.Fathul Amin mengajak bersyukur bahwa perkembangan di IAINU sangat dirasakan di banyak hal. Misalnya prodi PAI yang unggul, sebentar lagi panen doktor dan program S2. Senat, katanya,  selalu koordinasi dengan pimpinan.

Ia juga mengingatkan persaingan perguruan tinggi yang sangat ketat, maka harus bergerak luar biasa, jangan biasa-biasa saja untuk bisa menarik minat mahasiswa masuk ke IAINU Tuban.

‘’Bidang PMB bisa turun ke kantong-kantong potensial mahasiswa untuk memaksimalkan upaya menarik mahasiswa sebanyak mungkin,’’ pesannya.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *