IAINUonline – Kesempurnaan Islam itu tidak hanya tercermin dalam kelengkapan akidah dan syariah serta tatanan moral yang dibangun, tetapi sistem pengetahuan yang berhasil dikembangkan sepanjang sejarah, sehingga terbangunlah peradaban Islam yang besar.
Kekhasan peradaban yang dikembangkan Islam dengan peradaban yang lain adalah Islam tidak pernah memisahkan ilmu pengetahuan dengan agama dan dengan moral. Agama Islam adalah agama yang lengkap, bukan hanya agama akidah, dan syari’ah, tetapi juga dinul ilmi was tsaqofah (agama ilmu dan peradaban).
Keterkaitan ilmu, iman dan etika itu yang menjiwai dan menginspirasi perkembangan keilmuan dan peradaban Islam. Ilmu dilandasi dengan keimanan, kemudian dilaksanakan dengan kerendahan hati bahwa ilmu ini dari Allah dan ditasarufkan sebesar-besarnya bagi kesejahtraan umat manusia.
Begitu juga keberadaan masjid sebagai pusat peradaban sebagaimana Rasulullah SAW membangun peradaban di Kota Madinah. Masjid merupakan tempat ibadah yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat, sehingga perlu pengelolaan dan manajemen yang baik dan benar, supaya mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan Islam.
“Melalui masjid, umat mendapatkan tempaan ruhiyah dan intelektual sehingga memiliki kekuatan aqidah dan pengetahuan agama yang cukup luas. Dalam konteks ini, masjid sebagai pusat pembinaan umat harus dikelola dengan baik dan profesional”
Berangkat dari kesejarahan itulah, mahasiswa Program Studi (prodi) Manajemen Dakwah IAINU Tuban melakukan terobosan pendirian Perpustakaan Masjid sebagai tugas mata kuliah Manajemen Masjid, Majlis Ta’lim, dan Islamic Center dengan 500 buku.
Kalau dinominalkan sekitar Rp25 juta rupiah. Lima ratus buku tersebut dibagi menjadi dua, di antaranya bertempat di masjid Mambaul Huda Desa Bektiharjo, Kecamata Semanding.
Jamal Ghofir Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan sekaligus pengampu mata kuliah Manajemen Masjid, Majlis Ta’lim, dan Islamic Center menyampaikan bahwa kegiatan pendirian perpustakaan masjid sebenarnya program lama mata kuliah yang baru terealisasi pada tahun ini.
‘’Tahun lalu baru pada pelaksanaan peringatan hari besar Islam atau PHBI di beberapa masjid di Kabupaten Tuban,” ujarnya.
Dan tahun ini kegiatannya adalah “Selapanan menyongsong Bulan Suci Ramadan dan launcing perpustakaan di Masjid Mambaul Huda”.
Ketua pelaksana kegiatan M. Rifqi menyampaikan, kegiatan ini merupakan ruang pelatihan di tengah-tengah masyarakat.
‘’Atas bimbingan dosen pengampu, Pak Jamal Ghofir kita diajari untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan dan jama’ah agar kegiatan lancar sampai pada konsumsi yang disiapkan,’’ terangnya.
Ia menambakan, kriteria pendirian perpustakaan masjid adalah masjid memiliki taman pendidikan baik Madrasah Diniyah (Madin) maupun Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Dengan harapan mereka dapat memanfaatkan waktu untuk membaca sekaligus mengaji.Kesuksesan pendirian perpustakaan masjid dibantu oleh dua penerbit dari Yogyakarta, Penerbit Lingkar Medi dan Semesta Hikmah. Zia’ul Haq penerbit Lingkar Media menyambut baik gagasan dan ide pendirian perpustakaan masjid ini. Ia menyampaikan bahwa keberadaan penerbit buku tidak hanya mencetak dan menerbitkan buku. Akan tetapi juga sebagai ruang khidmad perjuangan dalam membangun peradaban dan pengembangan wawasan pengetahuan.
‘’Semoga buku-buku yang kami tasarufkan untuk kegiatan launcing perpustakaan masjid ini memberikan kemanfaatan bagi sesama,’’ harapnya.
Sedang pengelola Penerbit Semesta Hikmah Badiatul Roziqin juga menyampaikan bahwa hadirnya perpustakaan masjid akan membawa kemaslahatan bagi generasi penerus dalam menambah wawasan pengetahuan.
Sementara, Ketua Ta’mir Masjid Mambaul Huda KH. Ulin Nuha, S.Pd.I mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para mahasiswa Manajemen Dakwah IAINU Tuban tersebut. Ia menyampaikan ucapan terimakasih.
“Keberadaan perpustakaan sangat membantu kami dalam membimbing dan mengkader para santri agar wawasan pengetahuan bertambah, setelah mengaji agama dilanjutkan dengan membaca buku yang ada,” katanya.
