IAINUonline – Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) IAINU Tuban menyelenggarakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada Jumat, 16 Januari 2026 malam.
Kegiatan ini dilaksanakan pukul 19.00–20.30 WIB bertempat di Yayasan Al Futuhiyyah, Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Dalam kegiatan tersebut, Rinwanto, S.Sy., M.H., Kepala Program Studi Hukum Keluarga Islam sekaligus Dosen Aswaja Al-Nahdliyah IAINU Tuban, hadir sebagai pemateri dengan tema “Tradisi Keagamaan NU.”
Mengawali pemaparannya, Rinwanto menggambarkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah pohon besar yang akarnya menghujam kuat di bumi. Sementara ranting dan daunnya menjulang hingga ke surga. Analogi ini menegaskan bahwa NU berakar kokoh pada tradisi keilmuan para ulama dan kyai.
Sekaligus mengantarkan warganya menuju keselamatan dunia dan akhirat di bawah panji para muassis dan masyayikh NU. Dalam materi inti, ia menekankan pentingnya fondasi ilmu dalam setiap praktik keagamaan.
“Amaliyah yang dilandasi ilmu akan melahirkan keyakinan; jangan malas belajar, agar tradisi Aswaja An-Nahdliyah kita jalani dengan mantap dan penuh keberkahan,” tegasnya di hadapan peserta MAKESTA.
Menurutnya, penguatan tradisi keagamaan NU tidak cukup hanya dengan menjalankan amaliyah secara turun-temurun, tetapi juga harus disertai pemahaman ilmiah agar kader IPNU-IPPNU memiliki keyakinan yang kokoh serta mampu menjawab tantangan zaman. Menutup materi, Rinwanto menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh peserta.
“NU adalah jam’iyah mubārakah; ilmu terjaga, tradisi terawat, dan keberkahan terus mengalir,’’ tegasnya.
Kegiatan MAKESTA ini menjadi momentum strategis bagi kader muda IPNU-IPPNU IAINU Tuban untuk meneguhkan identitas ke-NU-an, memperdalam tradisi Aswaja An-Nahdliyah, serta menumbuhkan semangat belajar sebagai bekal pengabdian di tengah masyarakat.

