Oleh : Ana Achoita, M.Pd.

IAINUonline – Ada satu pertanyaan yang terbesit dalam diri para santri. Pertanyaan itu adalah “kenapa mesti Bahasa Arab?”. Ini beberapa alasan mengapa kita mesti meluangkan waktu untuk belajar Bahasa

Arab, walaupun kita bukan orang Arab. Namun manfaatnya cukup besar jika kita mau mempelajari Bahasa Arab.

Keutamaan Bahasa Arab amatlah jelas karena Bahasa Arab adalah Bahasa Al Qur’anul Karim. Inilah salah satu alasan besar mengapa kita (para santri) harus mempelajari Bahasa Arab. Berdasarkan firman Allah SWT dalam surat Yusuf ayat 2 yang berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

“sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya”.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan di dalam kitab tafsirnya mengenai ayat tersebut yaitu tentang keutamaan Bahasa Arab. Dia berkata: “Bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, kuat dan maknanya lebih mengena dan juga cocok untuk jiwa manusia.

Oleh sebab itu, kitab yang paling mulia yaitu Al Qur’an. Al Qur’an diturunkan kepada Rasul yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW dengan bahasa termulia yaitu Bahasa Arab melalui perantara malaikat yang paling mulia yaitu  Jibril AS. Dan juga diturunkan di bulan yang paling mulia yaitu bulan Ramadhan. Sehingga Al Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.

Para ulama salaf dan juga para sahabat pun banyak yang mensuport agar kita semangat belajar Bahasa Arab. Sahabat Umar bin Khathab menegaskan bahwa Bahasa Arab adalah bagian dari agama. Beliau berkata:

تَعَلَّمُوْا الْعَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا مِنْ دِيْنِكُمْ

“Pelajarilah Bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian”.

Ini disampaikan oleh tahqiqnya Syekh Nahsir Abdul Karim Al Aqli dalam kitab yang berjudul اقتضاء صراط المستقيم   hal. 527-528 jilid 1.

Belajar Bahasa Arab juga merupakan sarana untuk lebih memahami agama seperti halnya yang dikatakan oleh Imam Syafi’i:

من تبحر في النحو اهتدى إلى كل العلوم

“barangsiapa yang menguasai nahwu (sebagai kaidah Bahasa Arab) maka dia dimudahkan untuk memahami seluruh ilmu”.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *