IAINUonline – Pengurus dan Pembina Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta organisasi kemahasiswaan (ormawa) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban dilantik bersama. Pemgambilan sumpah dan pelantikan dilakukan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Jamal Ghofir, S.Sos.I., M.A. di aula KH.Hasyim Asy’ari kompleks kampus IAINU Tuban di Jalan Manunggal Tuban. Usai dilantik, para pengurus tersebut memacakan Pakta Integritas secara bersama-sama.

Pengurus yang dilantik di antaranya dari BEM,  pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Perbankan Syariah (PS), Manajemen Dakwah (MD) dan Himaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Psikologi Islam.

Kemudian ada UKM Saung ArtMa, Pecinta Alam Elheera, Pramuka, Paduan Suara, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM), Pencak Silat Pagar Nusa, Olahraga Lokajaya dan UKM Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) Al Fath.

Pelantikan selain dihadiri oleh para pengurus yang dilantik, juga dihadiri oleh masing-masing pembina dan pimpinan IAINU Tuban.  Pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan (SK) yang dibacakan oleh Kabiro IAINU Tuban Agus Ali Sururi. Usai pembacaan SK dilanjutkan pengambilan sumpah dan pelantikan secara bersama-sama.

Jamal Ghofir meminta para mahasiswa harus berperan aktif untuk membantu mengenalkan kampus ke dunia luar. Bagi para pengurus dan anggota ormawa atau UKM, bisa mengenalkan kampus dengan kegiatan yang dilakukan dan dengan prestasinya.

‘’Silakan berinovasi untuk membantu kampus lebih maju,’’ ujarnya.

Selain itu, Jamal juga meminta para pengurus tersebut lebih kreatif dan aktif dengan dunia luar serta memanfaatkan peluang yang ada, khususnya dalam soal menggali dana untuk kegiatan.

‘’Kalau hanya mengandalkan kampus, tentu belum bisa maksimal. Karena itu harus lebih kreatif, manfaatkan semua peluang yang ada,’’ pesannya.

Jamal juga meminta mahasiswa untuk selalu rukun dan guyub serta membuat kegiatan bareng, sehingga menjadi kegiatan yang besar. Sebab, selama ini para ormawa tersebut membuat kegiatan sendiri-sendiri.

‘’Karena kalau kita lihat ketika satu ormawa membuat kegiatan sendiri yang datang ya hanya itu-itu saja. Coba membuat inovasi dengan kegiatan bareng, misalnya menggelar salawat reagge, yakni salawan dengan iringan musik reagge,’’ katanya.

Para pengurus ormawa juga diminta untuk memaksimalkan keberadaan pembina. Selama ini pembina seolah hanya dijadikan untuk menandatangani pengajuan proposal kegiatan saja.

‘’Selalu koordinasi dengan pembina. Jadikan pembina itu teman, berikan ruang untuk memberi masukan dan diskusi, jangan untuk tanda tangan proposal saja,’’ tandasnya.

Sementara, kepada para pembina, Jamal meminta agar mahasiswa diberikan pendampingan yang baik, agar program berjalan baik. Program kegiatan menurutnya tidak harus muluk-muluk, tapi program yang mengena dan betul-betul bisa terlaksana dengan  baik.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *