IAINUonline – Mahasiswa Semester 5 Kelompok 2 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Pembuatan Game Berbasis AI untuk Menunjang Pembelajaran Anak Usia Dini (AUD)”.

Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Society Action Research (SAR) yang bertujuan mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan aksi nyata pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini.

Rendahnya literasi digital pendidik serta keterbatasan keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi tantangan utama yang masih banyak ditemui di lapangan. Melalui pendekatan Society Action Research, mahasiswa bersama pendidik AUD berupaya merespons permasalahan tersebut secara kolaboratif.

Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui pemaparan materi, praktik langsung, diskusi, serta pendampingan intensif dalam pembuatan game edukatif berbasis AI. Pendidik tidak hanya diperkenalkan pada konsep dasar kecerdasan buatan, tetapi juga dibimbing untuk mengembangkan game pembelajaran sederhana yang selaras dengan prinsip belajar sambil bermain dan karakteristik perkembangan anak usia dini.

Dosen pengampu Mata Kuliah SAR, Ulya Ainur Rofi’ah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret pembelajaran kontekstual.

“Melalui Society Action Research, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghadirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat. Pelatihan ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara pedagogis dan humanis dalam pendidikan anak usia dini,” jelasnya.

Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi guru.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru kami. Pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi AI sebagai media pembelajaran yang menarik dan sesuai untuk anak usia dini,” ungkapnya.

Salah satu guru peserta pelatihan juga mengungkapkan kesan positif terhadap kegiatan PKM ini.

“Kami menjadi lebih percaya diri untuk berinovasi. Game edukatif yang kami buat membantu anak lebih antusias dan aktif dalam proses belajar,” tuturnya.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pendidik AUD serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif. Meskipun masih terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana dan perbedaan kemampuan digital antar pendidik, kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di kelas.

Melalui implementasi Mata Kuliah Society Action Research, Mahasiswa Semester 5 Kelompok 2 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak, kreatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga sarana pemberdayaan bagi pendidik AUD dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *