IAINUonline – Kelompok mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban resmi memulai masa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK Negeri 3 Tuban pada hari Senin (12/01/2026).

Acara pembukaan dan serah terima mahasiswa ini berlangsung khidmat di Ruang Axio sekolah dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah, dosen pembimbing lapangan, guru pamong PAI dan perwakilan dari OSIS.

Program PPL ini direncanakan berlangsung selama satu bulan terhitung tanggal 12 Januari-14 februari 2026, bertujuan untuk membekali calon pendidik dengan pengalaman nyata dalam mengelola kelas serta mengintegrasikan nilai-nilai di lingkungan Sekolah.

Terdapat enam mahasiswa yakni lis Aisaroh, Anis Sa’adah, Muhammad Faliq Mubarrok Ilmi, Ana Jamilatun Nabila, Nurhalimah, dan Muhammad Abdul Mubin.

Faliq Mubarok Ilmi, Ketua kelompok PPL PAI menyampaikan tujuan dan harapan selama PPL berlangsung sebagai bentuk menerapkan teori selama perkuliahan.

“Oleh karena itu, program PPL ini adalah momentum bagi kami untuk melakukan implementasi teori secara nyata. Kami ingin merasakan langsung dinamika di dalam kelas, serta Kami sangat berharap Bapak dan Ibu guru berkenan membimbing, menegur, dan memberikan arahan kepada kami,” ujarnya.

Kemudian dilanjutkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Muslimin, S.Pd.I, M.Pd., menyampaikan untuk memanfaatkan dengan baik PPL ini dan berkontribusi di setiap kegiatan.

“PPL bukan hanya soal mengajar di depan kelas, tapi soal belajar menjadi teladan. Saya berharap mahasiswa kami dapat belajar etos kerja, kedisiplinan, dan kesabaran serta tetap menjaga nama baik almamater kampus.” Katanya.

Selanjutnya dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 3 Tuban, yang diwakili Zaenal Abidin, S.Pd. menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya adaptasi terhadap budaya sekolah agar tercipta kolaborasi yang harmonis.

“Bahwa ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari proses belajar; bagian  mahasiswa mampu membaca situasi sosial dan berinteraksi dengan seluruh warga sekolah. Keberhasilan praktik lapangan tidak hanya diukur dari penguasaan materi, tapi dari sejauh mana mereka mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan, aturan, dan karakter siswa di sini,” tegasnya.

Acara ditutup dengan penerimaan secara simbolik dan dilanjutkan sesi foto bersama serta koordinasi teknis antara mahasiswa dengan masing-masing guru pamong. Dengan dimulainya program ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang saling menguntungkan antara pihak kampus dan sekolah dalam mencetak generasi muda yang kompeten.

 

Penulis: Muhammad Abdul Mubin

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *