IAINUonline – ‘’Apel kader NU ini untuk memperkuat kembali komitmen loyalitas pada NU. Ada tanggungjawab besar yang dipikul dalam pundak para kader NU,’’ ujar Ketua PCNU Tuban KH.Ahmad Damanhuri dalam amanatnya di Apel Kader NU, yang digelar halaman kampus Insistut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban, Minggu (9/11/2025).

Apel diikuti ribuan kader NU yan terdiri dari pengurus MWC NU se Kabupaten Tuban, Kader PD PKPNU angkatan 1–35, seluruh Badan Otonom NU seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Pagar Nusa, PMII, IKA PMII, IPNU, IPPNU, serta jajaran Lembaga PCNU Tuban. Juga mahasiswa dari IAINU dan IIKNU Tuban ikut hadir, termasuk pasukan Banser.

Selain jajaran pengurus NU Tuban dari Syuriah dan Tanfidziyah, hadir pula KH. Abdul Matin Jawahir mewakili PW NU Jawa Timur. Juga sejumlah pejabat dan anggota DPR RI hadir lokasi.

Kiai Damanhuri mengatakan, komitmen loyalitas pada NU harus terus ditingkatkan.

Tanggungjawab yang diemban NU adalah tanggungjawab diniyah, wathaniyah dan ijtima’iyah, yakni tangggungjawab keagamaaan, kebangsaan dan organisasi dan kemasyarakatan.

‘’Karena itu ghirah atau semangat kita dalam berkhidmah pada NU harus terus dijaga. Kita punya tanggungjawab di tiga bidan itu untuk menjaga dari penyesatan,  dari banyaknya  hal membuat yang membuat kita tersesat,’’ ujarnya.

NU harus menjaga agar kejahatan dan penyesatan akidah tidak terus berkembang. Saat ini menurut Kiai Daman, banyak upaya membentuk opini publik  yang menyesatkan. Semua kesesatan itu harus kita lawan. Terus menjaga diri dari perpecahan dan usaha-usaha mengadu domba.

‘’Pro dan kontra dalam berbagai isu yang dicuatkan dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab  kita harus waspada. Dalam lingkungan NU harus membiasakann diri dalam berpedaan pendapat, tapi masih dalam satu kesatuan. Saling menghargai, tetap tawazun. Perbedaan jangan diperuncing dan bisa memecah belah NU,’’ pesan Kiai Daman.

NU, lanjut Kiai Daman telah kokoh pada pengembangan aswaja dan NKRI, jamiyyah NU harus menjaga diri dari kelemahan. Adanya isu pada NU, pesantren dan para kiai adalah upaya perpecahan dan isu-isu yang berujuan untuk memperlemah NU.

‘’Semoga para kader NU tetap menjaga militansi, loyalitas dan ghirah dalam khidmah di NU, sebagaiamana para muassis NU,’’ harapnya.

Salah satu muassis NU, KH. Hasyim Asy’ari menjadi teladan dengan khidmahnnya pada NU yg ikhlas tanpa pamrih. Selain sebagai pemersatu karena bisa menggandeng semua golongan, dan kolaborasi untuk merebut kemerdekaan, Mbah Hasyim jua memceveri contoh bagaimana memepertahankam dan mengisi kemerdekaan.

‘’Kita sebagai kader NU semoga bisa meneruskan itu agar  upaya li i’la likamatillah bisa tercapai, dan kita semua diakui sebagai santrinya,’’ kata Kiai Daman.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional Anas Nurul Yaqin, yang juga Wakil Ketua PCNU Tuban menjelaskan di pilihnya  kampus IAINU Tuban sebagai pusat kegiatan bertujuan untuk mendekatkan warga NU pada aset-aset milik NU. IAINU Tuban dan  lembaga pendidikan yang ada di Bumi Manunggal ini adalah aset NU, sehingga harus diketahui oleh warga NU, dengan tujuan ikut merasa memiliki, ikut menjada dan mengembangkan.

Sedang KH.Abdul Matin meminta para kader NU untuk tidak mamang atau ragu pada NU.  Karena NU adalah organisasi yang memperjuangkan aswaja.

‘’Maka tetap yakin,  dalam situasi apapun, NU akan tetap unggul dan menang. Harus kita yakini itu,’’ tandasnya.

Apel kader ini juga diisi penampilan dari salah satu pesilat Pagar Nusa berprestasi, dan Paduan Suara dari Fatayat NU.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *