IAINUonline – Sebagaimana di tempat lain, di Bumi Pendidikan Manunggal juga menggelar upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Upacara diikuti oleh lembaga pendidikan yang berada di Bumi Pendidikan Manunggal ini, yakni mulai IAINU Tuban, SMK YPM, MTs Ma’arif, MINU Hidayatun Najah dan Pondok Pesantren Darul Ma’arif.
Upacara digelar di halaman Perpustakaan IAINU Tuban yang dihadiri para dosen, karyawan dan mahasiswa IAINU Tuban, para pengurus dan anggota LP Ma’arif Tuban, guru dan siswa SMK YPM, guru dan siswa MTs Ma’arif serta guru dan siswa MINU Hidayatun Najah dan santri pondok pesantren Darul Ma’arif. Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan IAINU Tuban, Jamal Ghofir bertindak sebagai inspektur upacara.
Selain pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, dalam apel juga dibacakan Resolusi Jihad dan Janji Santri oleh petugas yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Sebagai inspektur upacara, Jalam Ghofir mencuplik sebagian amanat Menteri Agama pada peringatan Hari Santri 2025 ini. Di antaranya adalah meminta agar para santri, generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani dan menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Resolusi Jihad merupakan sejarah dna peran kaum santi, kiai dan pondok pesantren dalam membangun bangsa dan negara. Pondok pesantren, kiai dan santri sudah terbukti mempunyai kontribusi besar dalam mendirikan bangsa dan negara.
Serta mendoakan para kiai dan santri yang gugur dalam perjuangan untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan. Peran para santri dan kiai sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengusir penjajah.
Karena itu, para santri diminta untuk percaya diri. Bahwa santri bisa menjadi apapun. Menjadi presiden, menteri, pengusaha atau pemimpin di banyak tempat dan lembaga. Santri bisa di mana saja dengan ciri khas dan kelebihannya, yakni berakhlakul karimah.(*)
