IAINUonline – Mahasiswa Institut Agama Islam Nadlatul Ulama (IAINU) Tuban yang sedang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) Internasional di Malaysia bersama mahasiswa Undaris Semarang melaksanakan kegiatan edukatif dan budaya di Sekolah Bimbingan (SB) At-Tanzil, Malaysia.
Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan permainan tradisional Indonesia kepada anak-anak migran sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan berbagai permainan tradisional seperti lompat tali dan lainnya.
Anak-anak tampak antusias mencoba setiap permainan yang disertai penjelasan makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kerja sama, sportivitas, dan kebersamaan.
Kegiatan dikemas dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Sehingga anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga memahami bahwa permainan tradisional merupakan warisan budaya yang sarat makna.
Selain itu, mahasiswa juga mengajak anak-anak berdiskusi tentang perbedaan permainan dulu dan sekarang, serta pentingnya menjaga budaya sendiri di tengah perkembangan teknologi.
“Melalui permainan tradisional ini, kami ingin mengenalkan kembali budaya Indonesia agar anak-anak migran tetap merasa dekat dengan tanah airnya. Permainan sederhana seperti lompat tali dan engklek bisa menjadi sarana edukatif sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Chabibah Alamsyah, salah satu mahasiswa IAINU Tuban peserta KKN di Malaysia.
Menambahkan hal tersebut, Afifatul Askha dari Undaris Semarang menyampaikan, “Kami senang bisa menghadirkan suasana belajar yang penuh tawa. Semoga permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap agar permainan tradisional Indonesia terus dikenalkan dan dilestarikan, serta menjadi jembatan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak-anak migran sejak dini.
Penulis : Chabibah Alamsyah
