IAINUonline – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai ke-NU-an di kalangan generasi muda, Rinwanto, dosen Hukum Keluarga Islam sekaligus penggerak intelektual muda NU, menjadi narasumber dalam Diskusi Bareng (DISBAR) yang digelar oleh PKPT IPNU-IPPNU dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Tradisi Aswaja di Era Modern”.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PKPT IPNU M. Muhammad Ghufron beserta jajaran anggotanya, serta Ketua IPPNU Eva Lutfi Udma bersama para kader IPPNU. Suasana diskusi berlangsung hangat, inspiratif, dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam paparannya, Rinwanto menegaskan bahwa mahasiswa NU memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengembangkan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di tengah tantangan modernitas dan derasnya arus digitalisasi.

“Mahasiswa bukan sekadar menuntut ilmu untuk dirinya sendiri, tapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan besar umat: tradisi Aswaja,” tegasnya.

Beberapa poin penting yang disampaikan di antaranya ; mendirikan komunitas ke-NU-an di kampus, seperti Forum Kajian Aswaja dan kegiatan keagamaan bernuansa Aswaja.

Membangun kolaborasi antarelemen NU, dengan menjalin sinergi antara Lembaga Dakwah Kampus (LDK), PCNU, pesantren, serta organisasi pelajar dan mahasiswa NU.

Selain itu juga dengan digitalisasi dakwah, melalui pembuatan konten dakwah Aswaja di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube dengan pendekatan moderat dan edukatif.

Menurut Rinwanto, mahasiswa NU harus menjadi intelektual muda yang berperan sebagai penggerak budaya dan tradisi, influencer positif, serta kader militan yang siap menjaga nilai-nilai Islam moderat khas NU.

“Menjadi mahasiswa berarti siap menjadi pejuang nilai. Menjadi kader NU berarti siap menjaga tradisi, merawat warisan ulama, dan menjadi garda depan melawan arus penyimpangan di era modern,” ujarnya menegaskan.

Diskusi ditutup dengan kutipan inspiratif dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur):
“Siapa yang tidak menjaga tradisi, dia akan kehilangan jati diri.”

Rinwanto juga berpesan kepada seluruh peserta untuk terus mencintai NU melalui IPNU dan IPPNU serta berkhidmat dalam setiap langkah perjuangan.
“Jadilah NU, berkhidmatlah untuk NU,” pungkasnya.

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *